Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bursa

Sempat Menghijau, IHSG Sesi I Berbalik Merah dan Turun 34 Poin

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan pada awal perdagangan. Setelah sempat menyentuh level 6.214, IHSG berbalik melemah dan menutup sesi I perdagangan 7 Oktober 2026 di level 6.158,782.

IHSG turun 34,145 poin atau 0,55 persen pada perdagangan sesi I. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 6.146,02 hingga 6.214,76 setelah dibuka di level 6.210,42.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual mulai menguat setelah IHSG sempat melanjutkan momentum positif dari perdagangan sebelumnya. Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat naik ke level 6.214,76 sebelum berbalik arah dan masuk ke zona merah.


IHSG kemudian beberapa kali mencoba bangkit ke area 6.200, tetapi kembali menghadapi tekanan jual. Menjelang perdagangan siang, indeks bergerak relatif sideways di kisaran 6.150–6.170 dan akhirnya bertahan di dekat level terendah sesi.

Tekanan tersebut tercermin dari komposisi saham yang diperdagangkan. Sebanyak 345 saham melemah, sementara 261 saham menguat dan sisanya bergerak stagnan.

Dari sebelas indeks sektoral, hanya sektor keuangan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,21 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi salah satu penekan utama setelah turun 1,38 persen.

Tekanan juga datang dari sektor industri yang melemah 1,33 persen, properti dan real estat turun 0,92 persen, infrastruktur terkoreksi 0,91 persen, serta barang baku turun 0,79 persen.

Sektor teknologi turun 0,34 persen, barang konsumer nonprimer melemah 0,40 persen, kesehatan turun 0,65 persen, barang konsumer primer terkoreksi 0,07 persen, dan transportasi serta logistik turun 0,42 persen.

Di pasar saham berkapitalisasi besar, Indeks LQ45 turun 0,16 persen ke level 607,201. Indeks IDX30 juga melemah 0,15 persen menjadi 336,621, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,49 persen ke 367,901. Indeks MNC36 terkoreksi 0,10 persen ke level 266,561.

Dari sisi saham, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi sejumlah saham yang membebani pergerakan IHSG.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), serta PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) masih memberikan dukungan terhadap indeks.

Aktivitas transaksi hingga penutupan sesi I mencapai 212,49 juta lot dengan nilai transaksi Rp4.772,24 miliar atau sekitar Rp4,77 triliun. BBCA, GOTO, dan TLKM tercatat sebagai tiga saham dengan nilai transaksi terbesar.

Pergerakan pasar pada perdagangan 7 Oktober 2026 juga masih dipengaruhi oleh sentimen global dan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. Dari dalam negeri, investor mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia untuk melihat kondisi eksternal serta ruang stabilisasi Rupiah.

Perhatian pasar global selanjutnya tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan terbit pada dini hari 8 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Risalah tersebut akan menjadi bahan bagi investor untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed dan dampaknya terhadap Dolar AS, pasar obligasi, serta bursa saham.

Dengan berbaliknya IHSG dari zona hijau ke merah pada sesi I, investor kini akan mencermati apakah tekanan jual berlanjut pada sesi II atau indeks mampu kembali mengurangi pelemahannya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya