Berita

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming saat ambil nomor urut di KPU. (Foto: RMOL)

Politik

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 11:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka tidak serta-merta mengakhiri persoalan. 

Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto, melihat adanya potensi proses lanjutan melalui lembaga lain yang memiliki kewenangan sesuai konstitusi.

Menurut Henri, MK secara eksplisit menyerahkan persoalan tersebut kepada lembaga terkait yang berwenang sesuai UUD 1945. Kondisi itu secara teoretis membuka ruang bagi DPR dan MPR untuk menindaklanjuti persoalan tersebut apabila terdapat dasar untuk proses pemakzulan.


“Potensi lanjutan dari putusan MK ada di lembaga lain. MK secara eksplisit menyerahkan persoalan itu ke lembaga terkait yang berwenang sesuai UUD 1945,” kata Henri, Rabu, 7 Oktober 2026.

Namun, Henri menilai apakah persoalan tersebut akan berlanjut atau tidak sangat bergantung pada kekuatan dan kehendak politik yang menguasai parlemen.

“Secara teoretis, ini membuka ruang bagi peran DPR dan MPR, untuk meneruskannya menjadi impeachment jika ada dugaan pelanggaran berat. Atau membiarkan keadaan dengan hilangnya legitimasi moral pada Wapres Gibran,” ujarnya.

Menurut Henri, dinamika politik di DPR dan MPR akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah tindak lanjut putusan tersebut.

“Kedepannya tergantung kekuatan politik yang menguasai parlemen. Tergantung kemauan dan dinamika politik di DPR dan MPR. Mau diteruskan atau tidaknya proses itu sangat tergantung dari kehendak politik Presiden Prabowo bersama para ketua partai koalisi,” tuturnya.

Karena itu, Henri menyebut bola kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang bolanya ada di Pak Prabowo,” tegas Henri.

Ia mengaitkan hal itu dengan dinamika politik setelah reshuffle kabinet yang dinilainya menggeser sejumlah elite yang merupakan kepercayaan Presiden Joko Widodo.

“Dilihat dari manuver politiknya pascareshuffle yang menggeser elite kepercayaan tinggalan Jokowi, itu menunjukkan dia sekarang memegang peran sentral sebagai satu-satunya penguasa yang menentukan dan mengendalikan kontrol terhadap arah jalannya politik dan hukum di negeri ini,” katanya.

Henri menilai konsolidasi politik yang dilakukan Prabowo selama dua tahun pemerintahannya bersama kekuatan politik pendukung telah semakin mengukuhkan posisi Presiden dalam menentukan arah politik nasional.

“Prabowolah yang menentukan bagaimana nasib Gibran dan Dinasti Jokowi ke depan. Selama dua tahun menjabat presiden bersama kekuatan politik pendukungnya, telah berhasil melakukan konsolidasi yang mengukuhkan kekuasaannya,” pungkas Henri.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya