Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Finansial

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi RI, Rupiah Menguat ke Rp17.889

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 09:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah bergerak ke Rp17.889 per Dolar AS, menguat 10 poin atau 0,06 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah terjadi setelah Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada 2026.


Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,5 poin persentase, dari proyeksi sebelumnya 4,7 persen.

“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan tetap stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini merupakan kenaikan 0,5 poin persentase pada proyeksi 2026, karena dampak kenaikan harga energi lebih ringan dari yang diperkirakan,” tulis Bank Dunia dalam laporan yang dirilis Selasa, 6 Oktober 2026.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh perkiraan dampak kenaikan harga energi yang lebih ringan terhadap perekonomian Indonesia dibandingkan perkiraan sebelumnya.

“Lonjakan pertumbuhan ini mencerminkan menguatnya konsumsi swasta dan peningkatan pengeluaran publik pada pergantian tahun,” kata Ibrahim.

Bank Dunia mencatat momen bulan Ramadan dan Idulfitri yang datang lebih awal, pencairan THR dan gaji ke-13, serta percepatan peluncuran program makan bergizi gratis berhasil menggeser pengeluaran pemerintah menjadi lebih awal dalam siklus fiskal. 

Meski demikian, Bank Dunia turut menyoroti bahwa aktivitas ekonomi domestik tampak melemah setelahnya, yang ditandai dengan turunnya indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur menjadi 49,3 pada bulan Agustus dan melesunya tingkat kepercayaan konsumen menjadi 116,8 pada bulan Juli. 

Di sisi lain, pelebaran defisit juga memicu kekhawatiran pasar atas tren fiskal dan peringkat utang negara (sovereign ratings).

Sementara itu dari sisi eksternal, Ibrahim mengatakan sentimen Rupiah turut mendapat dukungan dari data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah.

Laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Agustus tercatat di bawah ekspektasi pasar, sementara data sebelumnya juga direvisi turun.

Kondisi tersebut, ditambah data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah, dinilai mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober mendatang.

“Pasar menantikan rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada hari Kamis,” kata Ibrahim.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya