Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bursa

Indeks DXY Amblas, Dolar AS Beri Ruang Mata Uang Utama Bangkit

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama melorot 0,32 persen ke level 101,83 pada penutupan pergadangan Selasa 6 Oktober 2026, mencatat penurunan harian terbesar sejak 3 September. 

Depresiasi Dolar AS ini terjadi di tengah sikap investor yang mencermati prospek suku bunga Federal Reserve, di mana peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun menjadi 19 persen dari 51 persen sepekan sebelumnya, meskipun peluang untuk Desember masih tinggi di angka 86 persen. 

Penurunan Dolar AS tersebut memberikan ruang bagi mata uang global untuk bangkit.


Pelemahan Dolar AS mengangkat Euro melompat 0,35 persen menjadi 1,126 Dolar AS, setelah sehari sebelumnya merosot ke level terendah dalam 17 bulan di 1,116 Dolar AS, yang idorong oleh penurunan yield obligasi Prancis akibat meredanya harga energi. 

Selain Euro, Poundsterling turut melonjak 0,42 persen menjadi 1,3275 Dolar AS menyusul tekanan pada mata uang Paman Sam.

Namun, Yen menjadi pengecualian di tengah pelemahan Dolar AS secara umum, di mana Dolar AS justru naik tipis 0,11 persen menjadi 158,08 Yen*di tengah sinyal kesiapan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya