Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Wall Street Perkasa, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor Baru

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 08:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mendapat tenaga setelah tekanan dari harga minyak dan imbal hasil obligasi mulai mereda. 

Kondisi ini membuat perhatian investor beralih ke musim laporan keuangan kuartal III yang akan dimulai pekan depan.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 253,14 poin atau 0,49 persen menjadi 51.521,04. Sementara S&P 500 bertambah 45 poin atau 0,58 persen ke 7.818,95 dan Nasdaq Composite menguat 122,48 poin atau 0,45 persen menjadi 27.599,79. Kenaikan tersebut membawa S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.


Dari 11 sektor utama S&P 500, sebanyak 10 sektor berakhir di zona hijau. Sektor utilitas memimpin kenaikan, sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah.

Saham-saham perusahaan teknologi raksasa juga ikut menopang penguatan pasar. Enam dari tujuh saham yang masuk kelompok Magnificent Seven mencatat kenaikan, meski saham-saham berkapitalisasi kecil masih tertinggal dibandingkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar.

Sejumlah saham terkait kecerdasan buatan (AI) mencatat penguatan signifikan. Marvell Technology melonjak 5,8 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan 2028 karena kuatnya permintaan chip untuk pusat data. AMD juga naik 2,8 persen setelah CEO Lisa Su mengatakan perusahaan berencana meningkatkan pasokan chip secara signifikan pada 2027 untuk memenuhi lonjakan permintaan AI.

Constellation Energy menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, melonjak 12,3 persen setelah Alphabet, perusahaan induk Google, menyepakati kerja sama penyediaan listrik berkapasitas 3.590 megawatt. Sementara saham Option Care Health melesat 32,7 persen setelah McKesson dan perusahaan ekuitas swasta Clayton Dubilier & Rice sepakat mengakuisisi perusahaan tersebut dalam transaksi senilai sekitar 5,8 miliar Dolar AS termasuk utang.

Penguatan bursa juga ditopang stabilnya harga minyak mentah dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Meredanya harga minyak mengurangi kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi yang dipicu energi, sehingga memberikan ruang bagi saham untuk bergerak lebih tinggi.

Di tengah optimisme tersebut, pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga kedua secara beruntun pada pertemuan bulan ini semakin menurun. Data FedWatch CME menunjukkan probabilitasnya turun menjadi 19,4 persen dari 50,9 persen sepekan sebelumnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya