Berita

Solidaritas Mahasiswa Untuk Keadilan (SMUK) menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Andalalin dan Studi Kelayakan Masih Direvisi, Operasional ANI Perlu Dievaluasi

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 21:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Solidaritas Mahasiswa Untuk Keadilan (SMUK) menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026. 

Dalam aksi tersebut, SMUK mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan PT Adhita Nikel Indonesia (ANI) di Halmahera Timur, Maluku Utara.

M. Sabihi selaku Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Umum SMUK, selain menyoroti kecelakaan yang menewaskan seorang warga, juga mempertanyakan aspek administratif dan teknis dalam aktivitas pertambangan PT ANI, khususnya terkait Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta studi kelayakan yang disebut masih dalam proses revisi.


“Kami mempertanyakan dasar dan alasan mengapa aktivitas penambangan dan hauling nikel ore PT ANI tetap dibiarkan berjalan, sementara Andalalin tidak ada dan studi kelayakan masih dalam revisi. Ini harus diperiksa secara menyeluruh,” kata M. Sabihi.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi semakin penting untuk diperiksa karena aktivitas hauling kendaraan berat memiliki keterkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, terutama apabila jalur operasional kendaraan bersinggungan dengan akses yang digunakan masyarakat.

Dia menduga terdapat persoalan yang perlu diperiksa secara menyeluruh terkait operasional kendaraan berat PT ANI menyusul kecelakaan yang menewaskan seorang warga bernama Jumanta.

Kecelakaan tersebut disebut terjadi pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar perempatan Pos Jaga PT ANI, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur.

Katanya, korban sedang mengendarai sepeda motor Kawasaki dengan nomor polisi DG 6379 X ketika terjadi kecelakaan dengan kendaraan berat yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan.

Atas kejadian tersebut, Sabihi mendesak aparat penegak hukum tidak hanya memeriksa aspek kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mengusut dugaan persoalan dalam pengoperasian kendaraan berat, termasuk kelayakan kendaraan, kompetensi operator, penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengaturan jalur kendaraan berat.

“Kami mendesak pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aktivitas dan operasional PT ANI. Jangan hanya berhenti pada persoalan kecelakaannya. Aspek perizinan, kelayakan operasional, keselamatan, Andalalin, hingga Studi Kelayakan juga harus diperiksa,” ujar Sabihi.

Menurutnya, Andalalin berkaitan dengan dampak aktivitas kendaraan terhadap lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan, sementara studi kelayakan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan kegiatan pertambangan memiliki dasar perencanaan dan kelayakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, dia mempertanyakan aktivitas penambangan dan hauling yang tetap berlangsung ketika Studi Kelayakan disebut masih dalam revisi dan persoalan Andalalin juga dipertanyakan keberadaannya.

“Kalau memang dokumen studi kelayakan masih dalam revisi, kemudian Andalalin juga dipersoalkan keberadaannya, mengapa aktivitas penambangan dan hauling nikel ore tetap berjalan? Ini yang kami minta dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah dan instansi terkait,” demikian Sabihi.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya