Berita

Ilustrasi: Daging di pasar tradisional di Jakarta (Foto: Dokumen RMOL/Alifia Dwi)

Makro

Konsumsi Masih Kuat, Ekonomi RI 2026 Diproyeksi Tumbuh di 5,2 Persen

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 20:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada 2026.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,5 poin persentase, dari proyeksi sebelumnya 4,7 persen.

“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan tetap stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini merupakan kenaikan 0,5 poin persentase pada proyeksi 2026, karena dampak kenaikan harga energi lebih ringan dari yang diperkirakan,” tulis Bank Dunia dalam laporan yang dirilis Selasa, 6 Oktober 2026.


Kenaikan tersebut terutama didorong oleh perkiraan dampak kenaikan harga energi yang lebih ringan terhadap perekonomian Indonesia dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Bank Dunia menilai bauran kebijakan pemerintah juga masih mampu menopang pertumbuhan dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut ikut mendorong pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.

Defisit transaksi berjalan Indonesia bahkan diproyeksikan melebar menjadi 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026.

Di tengah berkurangnya stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah diperkirakan akan semakin bergantung pada investasi swasta.

Sementara itu, tekanan harga diperkirakan masih terjaga. Bank Dunia memproyeksikan inflasi Indonesia berada di sekitar batas atas sasaran bank sentral di 2,5+-1 persen

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Lieselotte Ohnsorge mengatakan, kekuatan ekonomi Indonesia saat ini terutama berasal dari permintaan domestik.

“Yang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia),” kata Franziska.

Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen pada semester I 2026. Angka itu meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,1 persen pada 2025 secara tahunan (yoy).

Bank Dunia mencatat pertumbuhan pada dua kuartal pertama 2026 menjadi rata-rata pertumbuhan dua kuartal terkuat sejak 2022.

Penguatan tersebut terutama ditopang konsumsi swasta dan lonjakan belanja pemerintah di sekitar pergantian tahun.

Momentum itu turut dipengaruhi Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung lebih awal, percepatan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, daya dorong ekonomi domestik mulai melemah setelah periode tersebut.

PMI manufaktur tercatat terkontraksi menjadi 49,3 pada Agustus 2026. Kepercayaan konsumen juga turun menjadi 116,8 pada Juli 2026.

Meski demikian, proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun ini masih berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan tumbuh 4,5 persen pada 2026.

Proyeksi pertumbuhan kawasan tersebut juga mengalami revisi naik dari perkiraan sebelumnya pada April 2026 sebesar 4,2 persen.

Selain Indonesia, Bank Dunia juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan Vietnam pada 2026 sebesar 1,1 poin persentase menjadi 7,4 persen. Proyeksi Malaysia juga naik 0,7 poin persentase menjadi 5,1 persen, sedangkan Thailand naik 0,7 poin persentase menjadi 2 persen.

Di sisi lain, Bank Dunia mengingatkan peningkatan defisit tetap menjadi perhatian. Perkembangan fiskal tersebut berpotensi memengaruhi persepsi terhadap kondisi keuangan negara sekaligus peringkat utang Indonesia.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya