Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo Buka Kesempatan Koruptor Jadi Justice Collaborator

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang bagi koruptor untuk menjadi justice collaborator, dengan syarat bersedia mengakui kesalahan, mengembalikan hasil korupsi, dan membantu mengungkap pihak lain yang terlibat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada acara penyerahan uang hasil penertiban dan penegakan hukum di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kesediaan pelaku untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum.


“Lebih baik saudara membersihkan diri, tertibkan diri, pengakuan dosa, cepat-cepat lapor. Jadi saudara bisa menjadi justice collaborator,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menggambarkan mekanisme yang dapat dilakukan pelaku dengan mengakui kesalahan dan mengembalikan hasil korupsi kepada negara. 

Menurutnya, sikap kooperatif tersebut dapat menjadi hal yang meringankan dalam proses hukum, sekaligus membantu mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.

“Bahwa dia sudah sadar, dia kerjasama, dia menjadi justice collaborator, dia kembalikan sebagian uang yang dikorupsi demi cinta dia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Dan dia bersedia menunjukkan yang lain-lain,” tegasnya.

Prabowo menilai pengembalian aset hasil korupsi dan kerja sama dalam mengungkap jaringan yang terlibat dapat mempercepat pemulihan kerugian negara. 

Dia juga mengingatkan pihak yang memilih menghambat upaya pemerintah melalui perlawanan dari dalam.

“Tapi kalau mau main-main taktik perlawanan diam-diam, deep state, pura-pura patuh tapi menghalangi, sabotase dari dalam, kita bukan bodoh,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan pemerintah selama ini telah berupaya menahan diri dan memberikan ruang untuk penyelesaian secara baik. 

Namun, pemerintah kini tidak ingin terlalu banyak memberikan kompromi terhadap pihak yang tetap menghambat upaya pemberantasan korupsi.

“Saya menahan diri, saya memberi kesejukan. Tapi saya kira kita sudah dalam tahap sudah tidak mau lagi terlalu banyak kompromi,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya