Berita

Nyoman Adhi Suryadnyana (kiri) dan Khaidir Abdurrahman (kanan) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terpilih periode 2026-2031. (Foto: Istimewa)

Parlemen

Dua Pejabat Baru BPK Didorong Perkuat Audit dan Anggaran

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 19:18 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR RI resmi menyetujui Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026-2031 dalam Rapat Paripurna ke-9, Selasa, 6 Oktober 2026.

Keduanya ditetapkan setelah Komisi XI DPR melakukan fit and proper test (FPT) calon anggota BPK pada Senin, 5 Oktober 2026.

Seiring pengisian dua posisi tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mendorong BPK memperkuat pemeriksaan apabila ditemukan indikasi fraud atau potensi kerugian negara.


“BPK RI jangan sampai berhenti pada temuan administratif. Kalau dari sebuah pemeriksaan muncul indikasi fraud atau potensi kerugian negara, tentu harus ada pendalaman lebih jauh,” ujar Anis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, pemeriksaan harus mampu mengungkap penyebab kesalahan, pihak yang bertanggung jawab, hingga langkah pencegahan agar kerugian serupa tidak berulang.

“Kita berharap calon Anggota BPK yang terpilih nanti punya keberanian dan inovasi untuk melihat persoalan secara utuh, bukan sekadar menyelesaikan checklist pemeriksaan,” tegasnya.

Sementara itu, calon Anggota BPK yang turut mengikuti FTP, Bunyamin, mengusulkan reformasi sistem penganggaran melalui penerapan biennial budget, yakni memperpanjang masa berlaku alokasi anggaran hingga dua tahun.

“Fokus perbaikan struktural yang utama terletak pada sisi penganggaran. Salah satu usulan konkret yang diajukan adalah mengenai penerapan biennial budget,” tegas Bunyamin.

Menurut Head of Internal Audit IFG Life itu, skema tersebut dapat mengubah pola pikir jangka pendek kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar pengeluaran negara lebih berorientasi pada hasil dan penyelesaian masalah.

“Padahal, esensi dari uang negara adalah bagaimana anggaran tersebut memiliki tujuan, guna, serta memberikan dampak yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya