Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo Ingin Tambah Polisi Hutan Hingga 70.000 Personel

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah Polisi Hutan (Polhut) ditambah secara bertahap hingga mencapai 70.000 personel untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti keterbatasan jumlah Polisi Hutan (Polhut) dalam menjaga kawasan hutan Indonesia yang mencapai puluhan juta hektare.


Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mencegah penjarahan liar maupun pembakaran hutan.

“Kalau tidak salah, untuk menjaga hutan kita yang puluhan juta hektar, kita hanya punya 7.000... hanya punya 4.500 Polisi Hutan. Menjaga puluhan juta, hanya ada 4.500 Polisi Hutan,” kata Prabowo 

Karena itu, Prabowo menyampaikan rencana penambahan personel Polisi Hutan secara bertahap hingga mencapai 70.000 orang. 

Menurutnya, penguatan jumlah personel diperlukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan yang begitu luas.

“Saya telah mengajukan APBN, kalau tidak salah, tambahan 4.500 Polisi Hutan menjadi 70.000 Polisi Hutan. Saya tidak tahu berapa tahun bisa tercapai,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyebut target penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan alokasi anggaran yang disiapkan, jumlah Polisi Hutan ditargetkan mencapai sekitar 21.000 personel pada 2027. 

“Oke, dari 70.000 baru bisa... bisa 21.000 tahun 2027. Berarti mungkin 3–4 tahun kita akan sampai 70.000,” jelasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya