Berita

Prosesi Sertijab Kepala Bakom RI dari Muhammad Qodari kepada Syahganda Nainggolan (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Sertijab Kepala Bakom RI, Syahganda Resmi Bertugas Gantikan Qodari

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 17:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Syahganda Nainggolan resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI setelah menjalani serah terima jabatan (sertijab) dari Muhammad Qodari yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Sertijab digelar di ruang aula Kantor Pusat Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Syahganda mengatakan dirinya bersama Wakilnya Fadli Tri Hartono telah dilantik pada 2 Oktober 2026. 


Dua hari kemudian, keduanya dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Hambalang untuk menerima arahan terkait penguatan komunikasi pemerintah.

"Inti arahannya adalah kita harus menjadikan Bakom itu untuk mendengarkan se-mendengar-dengarnya suara rakyat. Jadi Bapak Presiden setelah tahun ke-2 ini tentunya beliau ingin sekali tahu apa yang terjadi dari hasil-hasil pikiran dan kerja beliau selama ini," kata Syahganda.

Karena itu, Syahganda menegaskan strategi komunikasi yang akan diterapkannya bersama wakilnya lebih diarahkan untuk mendengar dan menjemput bola. 

"Jadi bukan kita lebih banyak mendiseminasi, tapi kita lebih banyak ingin mengetahui. Itu yang mungkin strategi dari saya dan Pak Waka. Jadi strategi kita adalah strategi mendengar tadi," ujarnya.

Selain mendengar suara rakyat, Syahganda mengatakan Bakom juga diminta menjadi orkestrator berbagai instrumen komunikasi pemerintah, baik lembaga vertikal, instansi horizontal, lembaga otonomi, hingga pemerintahan desa. 

Seluruh unsur yang memiliki fungsi kehumasan akan didorong untuk bekerja sama dan berkolaborasi.

Syahganda juga menyebut Presiden menginginkan pikiran, program, serta kebijakan pemerintah dapat dipahami masyarakat secara mudah sekaligus mendapatkan umpan balik. 

"Nah feedback itu mau diapain? Tentu nanti kita akan memberikan feedback itu kepada pemerintah terkait, baik di pusat, KL-KL itu, maupun di daerah-daerah," jelasnya.

Menurut Syahganda, pola tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah yang terkadang masih berjalan terpisah.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya