Berita

Ketua DPP PDIP Said Abdullah (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Begini Respons PDIP soal MK Bakal Putuskan Gugatan Ijazah Gibran

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 13:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah meyakini para Hakim MK akan objektif dalam memutuskan perkara yang diduga sekelompok masyarakat terkait ijazah putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu. 

Meskipun, putusan MK sebelum-sebelumnya ada yang kontroversial, terutama terkait batas minimum usia calon wakil presiden pada Pemilu 2024 silam. 


“Kalau melihat komposisi MK yang sekarang, kita harus punya trust (kepercayaan) lah. Okelah MK yang sekarang,” ungkap Said kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kendati begitu, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menilai ada hal atau isu yang lebih prioritas untuk kepentingan publik ketimbang menyoal ijazah semata.

“Menurut hemat saya, bagi parlemen maupun di internal pemerintah, ada yang lebih jauh lebih penting dari itu, menyukseskan RKP, APBN kita 2025, daripada sibuk dengan urusan ya ijazah ponakan lah, ijazah sepupu, ijazah orang tua,” kata Said.

Sebab, kata Said, persoalan ijazah yang menyita perhatian publik tersebut justru tidak memberikan manfaat apapun terhadap publik itu sendiri.

“Semua menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Dampaknya ke masyarakat apa dampaknya? Masyarakat dapat apa sih? Ributnya aja, gaduhnya saja,” pungkasnya.

Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus gugatan yang dilayangkan sekelompok masyarakat terhadap status legalitas ijazah SLTA Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Gugatan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 itu akan diputuskan pada hari ini, Selasa 6 Oktober 2026.

Permohonan tersebut diajukan pada 10 September 2026 dan telah diregistrasi MK dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Para pemohon terdiri dari 12 orang, sejumlah individu termasuk Denny Indrayana, sejumlah anggota Forum Purnawirawan Prajurit TNI, serta perwakilan KIPP dan Partai Ummat.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya