Berita

Nyoman Adhi Suryadnyana (kiri) dan Khaidir Abdurrahman (kanan) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terpilih periode 2026-2031 (Istimewa)

Politik

Profil Dua Anggota BPK Terpilih yang Disahkan di Paripurna

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 11:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman ditetapkan sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026-2031.

Hasil keputusan Komisi XI DPR RI tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa, 6 Oktober 2026, untuk mendapatkan pengesahan resmi secara kelembagaan sebelum nantinya dilantik oleh Presiden.

Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan, keputusan memilih Nyoman Adhi dan Khaidir diambil dalam rapat internal Komisi XI.


“Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menindaklanjuti hasil keputusan rapat internal tersebut untuk disampaikan dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI,” kata Misbakhun pada Senin, 5 Oktober 2026.

Nyoman Adhi bukan sosok baru di BPK. Pria kelahiran 1974 itu saat ini menjabat sebagai Anggota I BPK RI sejak April 2022.

Sebelumnya, Nyoman pernah menjabat sebagai Plt. Anggota V BPK RI pada Januari 2022-April 2022. Ia juga memiliki pengalaman di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, antara lain sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Manado.

Sementara itu, Khaidir Abdurrahman sebelumnya menjabat Direktur Hubungan Kelembagaan PT ASABRI (Persero).

Khaidir juga pernah berkiprah sebagai anggota DPRK Aceh Utara pada 2009 dan anggota DPR RI periode 2014. Saat duduk di DPR RI, ia bertugas di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan hingga kesehatan.

Khaidir dikenal pernah memperjuangkan regulasi turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) terkait pembagian sumber daya alam minyak dan gas bumi, dengan usulan 70 persen untuk pemerintah daerah dan 30 persen untuk pemerintah pusat.

Nyoman Adhi dan Khaidir merupakan dua dari 10 nama calon anggota BPK yang sebelumnya dipertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya