Berita

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. (Foto: Istimewa)

Politik

Pakar Hukum Dukung Literasi jadi Pertimbangan Remisi Warga Binaan

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 10:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usulan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya agar aktivitas literasi warga binaan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas), termasuk sebagai pertimbangan pemberian remisi adalah langkah bijak.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, sistem pemasyarakatan semestinya tidak semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuannya.

“Selain ceramah agama setiap Jumat dan Minggu, warga binaan juga diberi kesempatan untuk mengembangkan minatnya, termasuk menulis. Karena itu, saya setuju salah satu indikator suksesnya pembinaan itu literasi,” kata Abdul kepada wartawan, Selasa 6 Oktober 2026.


Ia menilai gagasan tersebut sejalan dengan filosofi pemasyarakatan yang menempatkan narapidana sebagai warga binaan. 

Menurut dia, aktivitas di dalam lapas seharusnya diarahkan pada proses pembinaan agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Pemasyarakatan itu namanya saja pemasyarakatan. Jadi aktivitas dan semangatnya bukan menghukum, tetapi lebih pada pembinaan. Karena itu disebut warga binaan,” ujarnya.

Abdul menambahkan, keberhasilan sistem pemasyarakatan secara lebih luas semestinya dapat dilihat dari berkurangnya tindak pidana yang dilakukan kembali oleh mantan narapidana.

“Idealnya fungsi LP itu memanusiakan manusia kembali. Karena itu, ukuran keberhasilannya secara makro adalah berkurangnya kriminalitas yang dilakukan oleh residivis. Artinya ada proses pembinaan yang berjalan dan terbawa ketika keluar dari LP,” katanya.

Atas dasar itu, Abdul menilai produktivitas warga binaan dalam kegiatan literasi, termasuk menghasilkan tulisan, layak dipertimbangkan dalam pemberian remisi.

“Seharusnya iya. Bahkan produktivitas menulis, umpamanya, juga bisa menjadi faktor penentu yang dominan dalam remisi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya mengusulkan agar aktivitas literasi, seperti membaca dan menulis, dapat menjadi salah satu indikator pembinaan warga binaan sekaligus bahan pertimbangan dalam pengurangan masa pidana. 

Hal itu disampaikan Willy saat mengunjungi Lapas Perempuan di Bandung, Jawa barat.

Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat orientasi pemasyarakatan dari sekadar menjalani hukuman menjadi proses pembinaan yang mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya