Berita

Ilustrasi Bilik Suara. (Foto: RMOL)

Politik

Transparansi Pendanaan Politik Harus Masuk dalam Revisi UU Pemilu

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 10:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penggiat demokrasi Titi Anggraini mendorong agar revisi Undang-Undang Pemilu turut memperkuat akuntabilitas keuangan politik dan kampanye.

Menurut Titi, persoalan pendanaan politik merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam pembenahan sistem demokrasi. Sebab, demokrasi membutuhkan biaya untuk menggerakkan organisasi, menyiapkan kader, hingga menjangkau pemilih.

“Ayo kita kawal dan ingatkan selalu agar pembentuk undang-undang tidak abai terhadap akuntabilitas keuangan politik dan kampanye,” kata Titi lewat akun X miliknya, Selasa, 6 Oktober 2026.


Ia mengingatkan ketergantungan partai politik dan peserta pemilu terhadap penyandang dana besar berisiko mengganggu kemandirian partai serta menciptakan ketidaksetaraan dalam kompetisi politik.

Karena itu, Titi menilai reformasi pendanaan politik perlu dirancang sebagai satu kesatuan sistem. Pembenahan tidak hanya menyasar masa kampanye, tetapi dimulai sejak keuangan internal partai, proses pencalonan, kampanye, pelaporan, pengawasan hingga penerapan sanksi.

Menurutnya, keberadaan laporan keuangan dan audit belum otomatis menjamin seluruh aliran dana politik dapat ditelusuri. Publik perlu mendapatkan informasi mengenai identitas penyumbang, pihak yang berada di balik perusahaan penyumbang, hingga penggunaan dana tersebut.

Pembiayaan iklan politik, jasa digital, maupun dukungan pihak ketiga juga perlu masuk dalam mekanisme keterbukaan.

“Reformasi pendanaan politik perlu dirancang sebagai satu sistem, dari keuangan internal partai dan pencalonan hingga kampanye, pelaporan, pengawasan, serta sanksi. Pembenahan harus dimulai jauh sebelum masa kampanye,” ujarnya.

Titi juga mendorong sejumlah langkah pembenahan, antara lain penggunaan transaksi nontunai, pelaporan yang lebih cepat, keterbukaan data, penetapan batas belanja yang realistis, pengawasan independen, serta penerapan sanksi secara konsisten.

Di sisi lain, ia menilai dana publik dapat menjadi salah satu instrumen reformasi pendanaan politik. Tambahan dukungan dana negara kepada partai politik, kata dia, perlu disertai dengan transparansi, audit yang bermakna, demokrasi internal, pendidikan politik, dan kaderisasi.

Titi juga menyoroti pentingnya kesetaraan perempuan dalam kompetisi politik. Menurutnya, akses pendanaan dan dukungan kampanye yang adil menjadi salah satu faktor penting agar perempuan dapat bersaing secara nyata.

“Afirmasi perlu ditopang sumber daya agar perempuan dapat bersaing secara nyata,” katanya.

Titi menegaskan keberhasilan reformasi pendanaan politik pada akhirnya dapat dilihat dari sejauh mana uang politik dapat dilacak, partai menjalankan akuntabilitas, dan kompetisi politik berlangsung lebih setara.

“Ukuran keberhasilan reformasi ialah uang yang terlacak, partai yang akuntabel, dan kompetisi yang lebih setara,” tandasnya.




Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya