Berita

Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman. (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

26 Anggota Wantimpres jadi Strategi Prabowo Rangkul dan Kendalikan Kekuatan Politik

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 10:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komposisi 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto dinilai mencerminkan strategi politik untuk merangkul sekaligus mengendalikan beragam kekuatan politik dan tokoh dengan latar belakang berbeda.

Penilaian itu disampaikan Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman, menanggapi pelantikan 26 anggota Wantimpres pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Komposisi Wantimpres kali ini berasal dari berbagai latar belakang, profesi, agama, dan pengalaman politik. Pratikno dipercaya sebagai Ketua, Muhammad Qodari sebagai Sekretaris, sedangkan Rocky Gerung menjadi salah satu anggota.


Menurut Ali, jumlah anggota Wantimpres kali ini jauh lebih besar dibandingkan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo yang masing-masing hanya berjumlah sembilan orang.

"Jumlah yang dilantik 26 orang, jauh melebihi angka di masa SBY dan Jokowi yang hanya 9 orang. Jumlah tersebut melanjutkan kecenderungan Prabowo untuk memberi jabatan pada orang-orang yang mendukungnya dan mengakomodasi orang-orang yang berpotensi mengganggu rezimnya," kata Ali kepada wartawan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ali juga menyoroti komposisi Wantimpres yang mempertemukan tokoh-tokoh dengan latar belakang dan posisi politik yang selama ini dipersepsikan berbeda.

"Yang menarik, Dewan Pertimbangan tersebut terdiri atas orang-orang yang selama ini sering berseberangan. Mohammad Qodari dan Pratikno adalah orang-orang yang dikenal dekat dengan Jokowi. Sementara itu, Rocky Gerung dekat dengan Presiden Prabowo. Kedua kelompok sengaja dimasukkan dalam satu institusi yang sama," ujarnya.

Menurut Ali, keberadaan berbagai kelompok tersebut dalam satu institusi dapat membuat dinamika politik dan gagasan kebijakan lebih mudah dipantau serta dikelola.

"Rocky Gerung dan kawan-kawannya bisa berperan untuk mengendalikan wacana pertimbangan dan saran kebijakan yang diusulkan ke presiden," ujar Doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini. 

Lebih jauh daripada itu, Ali menilai strategi tersebut sekaligus menjadi upaya meredakan potensi konflik dengan menempatkan berbagai kelompok dalam ruang institusional.

"Dengan cara demikian, tampaknya Presiden sedang melakukan political appeasement (peredaan potensi konflik), tetapi sekaligus political containment (pengendalian)," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya