Berita

Ilustrasi

Bisnis

Ditekan Dolar AS, Harga Emas Dunia Cenderung Tertahan

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan harga emas dunia terpantau bergerak dalam koridor yang relatif stabil. Tekanan yang datang dari penguatan nilai tukar Dolar AS serta tingginya imbal hasil US Treasury berhasil diimbangi oleh meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada bulan ini.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot tercatat turun tipis 0,1 persen ke level 4.139,89 Dolar AS per ons pada Selasa pagi 6 Oktober 2026 pukul 01.04 WIB. 

Di sisi lain, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember turut ditutup melemah 0,1 persen pada posisi 4.156,8 Dolar AS per ons.


Penguatan Indeks Dolar AS (Indeks DXY) membuat komoditas logam mulia yang dibanderol dalam mata uang greenback ini menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang asing. Bersamaan dengan itu, tingkat imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan kokoh di dekat level tertinggi yang dicatatkan dalam hampir dua dekade terakhir.

Kendati demikian, ekspektasi pasar terhadap pengetatan suku bunga The Fed mulai melunak setelah serangkaian data ekonomi terbaru Negeri Paman Sam menunjukkan hasil yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Performa positif turut menular pada kelompok logam mulia lainnya. Harga perak melonjak 1,2 persen menjadi 61,09 Dolar AS per ons, platinum melompat 1,4 persen ke posisi 1.722,15 Dolar AS per ons, serta paladium menguat 0,7 persen hingga bertengger di level 1.176,33 Dolar AS per ons.

Data ketenagakerjaan yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat pada September melambat melampaui estimasi awal, sementara data nonfarm payrolls untuk dua bulan sebelumnya turut mengalami revisi ke bawah. Kondisi makroekonomi ini kontan meredam ekspektasi agresivitas kebijakan moneter The Fed.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang hanya berada di kisaran 22 persen, merosot tajam dari sekitar 70 persen pada pekan sebelumnya. Kendati demikian, pasar masih memperhitungkan peluang sebesar 84 persen untuk kenaikan suku bunga pada Desember mendatang merujuk pada FedWatch Tool milik CME Group.

Meski suku bunga yang lebih tinggi lazimnya mengikis daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas, logam kuning ini tetap menjadi instrumen lindung nilai (hedging) favorit di tengah bayang-bayang inflasi.

Selanjutnya, para investor kini mengarahkan fokus pada rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit pekan ini. Dokumen tersebut dinantikan guna mencari sinyal arah kebijakan lanjutan The Fed menyusul kenaikan suku bunga perdana mereka dalam tiga tahun terakhir pada bulan lalu.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya