Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Parlemen

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 04:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPRD DKI Jakarta mendorong rencana pengembangan Jakarta sebagai kota sinema atau Jaksinema tidak berhenti pada penyediaan fasilitas menonton film.

Program tersebut dinilai berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus membangun ekosistem perfilman di Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih mengatakan, rencana tersebut harus bisa menggairahkan kembali aktivitas ekonomi. Terutama di kawasan pasar sebagai pusat interaksi masyarakat.


“Jaksinema bukan sekadar fasilitas menonton film, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman. Sekaligus, menggerakkan ekonomi,” kata Al Fatih, dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Al Fatih, pengembangan Jaksinema berpotensi jadi sarana hiburan layar lebar yang terjangkau. Di antaranya dengan pembangunan bioskop di sejumlah pasar.

Namun, pengembangan Jaksinema tidak cukup hanya mengejar jumlah layar. Menurutnya, lokasi bioskop, harga tiket, hingga karakter film yang ditayangkan perlu diperhatikan.

Al Fatih berharap, Jaksinema memberi ruang bagi film berkualitas dan edukatif yang mengangkat sejarah, budaya, serta cerita tentang Jakarta.

“Orang datang menonton. Kemudian berbelanja dan berinteraksi di ruang publik,” kata Al Fatih.

Konsep tersebut dapat menjadi pembeda Jaksinema dengan bioskop pada umumnya yang berada di pusat perbelanjaan.  Karena itu, kurasi film penayangan perlu beragam. Mulai dari film lokal, independen, edukasi hingga karya sineas Jakarta.

Keberadaan bioskop di kawasan pasar bukan hal baru bagi Jakarta. Bioskop pernah berjaya di sejumlah pasar. Seperti Pasar Baru, Pasar Blok M, Pasar Mayestik, Pasar Palmerah, dan Pasar Senen.

Masa kejayaan tersebut berlangsung bersamaan dengan berkembangnya industri perfilman. Termnasuk kemunculan sejumlah bintang film nasional.

Antara lain, Nani Wijaya, Nurnaningsih, Rima Melati, Netty Herawati, Wolly Sutanah, Tan Tjeng Bok, Faruk Affero, hingga Deddy Soetomo.

Masa kejayaan usaha perbioskopan dan perfilman berlangsung hingga menjelang krisis ekonomi 1997. Sejumlah bioskop seperti Metropole (Megaria), Rivoli, Kramat, Menteng, Palmerah, dan Blok M pernah menjadi bagian dari geliat industri perfilman Jakarta.

Ketika perekonomian kembali pulih pada awal 2000-an, pembangunan bioskop mulai bergeser ke pusat perbelanjaan. Kemudian muncul jaringan bioskop modern seperti Bioskop 21.

Sebagian gedung bioskop lama di Jakarta kemudian berubah fungsi menjadi pusat perdagangan, sementara sebagian lainnya terbengkalai. Salah satunya gedung Bioskop Kramat yang pernah mengalami masa kejayaan pada 1970-1990-an.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya