Berita

Ilustrasi pinjaman online. (Foto: iStock)

Finansial

Agustus 2026, Pinjol Tembus Rp106,94 Triliun

Risiko Kredit Macet Naik
SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pinjaman online (pinjol) mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026. Nilai pembiayaan tersebut tumbuh 22,07 persen secara tahunan (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan, pertumbuhan pembiayaan pinjaman online masih berada di level dua digit.

Namun, pertumbuhan pinjaman online tersebut dibarengi dengan meningkatnya risiko kredit macet. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) naik menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026.


"Outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen year-on-year dengan nominal Rp106,94 triliun. TWP90 tercatat sebesar 4,73 persen," kata Agusman dalam konferensi pers secara virtual, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Kenaikan TWP90 tersebut berlanjut dari bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, TWP90 tercatat 4,32 persen, setelah sebelumnya berada di level 4,26 persen pada Juni 2026.

Di sisi lain, laju pertumbuhan pembiayaan pinjaman online justru melambat. Pada Juli 2026, outstanding pembiayaan tercatat Rp105,63 triliun dengan pertumbuhan 24,76 persen yoy.

Artinya, secara nominal pembiayaan masih meningkat sekitar Rp1,31 triliun dalam sebulan. Namun, pertumbuhan tahunannya turun dari 24,76 persen pada Juli menjadi 22,07 persen pada Agustus.

Sementara itu, OJK mencatat pembiayaan industri pergadaian tumbuh lebih tinggi, yakni 44,60 persen yoy menjadi Rp156,61 triliun pada Agustus 2026.

Produk gadai masih mendominasi dengan nilai Rp132,84 triliun atau 84,82 persen dari total pembiayaan.

Agusman juga menyampaikan OJK telah memberikan persetujuan peningkatan lingkup wilayah usaha menjadi nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar.

"Dengan demikian, saat ini terdapat tujuh perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional," tandas Agusman.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya