Berita

Uji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 5 Ngawen, Kecamatan Ngawen. (Foto: RMOL)

Nusantara

Tiru Sistem Makan Sekolah Jepang, BGN Uji MBG Prasmanan di Blora

LAPORAN: ADIRIN*
SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 21:14 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penerapan pola tersebut dilakukan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk SPPG Ngawen 1 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Uji coba MBG prasmanan di Blora dilaksanakan di SDN 5 Ngawen, Kecamatan Ngawen. Sistem tersebut dikembangkan BGN setelah melakukan studi tiru terhadap sistem makan sekolah di Jepang yang dikenal dengan istilah Kyushoku.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan pelaksanaan uji coba tersebut berdasarkan nota dinas dari BGN. 


“Hari ini kita melakukan piloting project MBG prasmanan itu sesuai dengan nota dinas dari Deputi Sistem Tata dan Kelola, berdasarkan nota dinas Nomor 43 per tanggal 30 September 2026,” kata Artika saat ditemui di SDN 5 Ngawen, Senin 5 September 2026.

Menurut Artika, sebanyak 42 SPPG di Indonesia ditunjuk untuk menjalankan pilot project MBG dengan sistem prasmanan. SPPG Ngawen 1 menjadi salah satu SPPG yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan uji coba tersebut.

Berbeda dengan pola pembagian makanan sebelumnya, sistem prasmanan memungkinkan siswa mengambil sendiri makanan yang telah disediakan. Jumlah makanan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Artika mengatakan penerapan pola tersebut mendapat respons positif dari siswa. 

“Kalau kita lihat anak-anak lebih antusias, lebih senang ketika mereka dapat mengambil makanannya sendiri karena bisa disesuaikan sama keinginan. Jadi ngambilnya sesuai, enggak dibuang-buang atau mubazir,” ujarnya.

Uji coba sistem MBG prasmanan di SDN 5 Ngawen akan berlangsung selama dua minggu. Selama periode tersebut, pelaksanaan akan dipantau dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas sistem yang diterapkan.

Selain mengatur pola pengambilan makanan, sistem prasmanan juga memperhatikan proses penyajian. Makanan yang tersedia dapat langsung diambil dan dikonsumsi siswa dalam kondisi hangat.

“Maka ketika di sistem prasmanan itu proses pendistribusiannya masih dalam kondisi hangat. Jadi ketika disajikan dan dinikmati oleh siswa-siswa itu masih kondisinya hangat,” ujar Artika.

Mitra SPPG Ngawen 1, Febrian Candra, mengatakan sistem prasmanan merupakan bagian dari pengembangan program MBG yang mengacu pada hasil studi tiru sistem makan sekolah Jepang. 

Menurutnya, BGN mengambil sejumlah prinsip dari konsep Kyushoku untuk dikembangkan dalam pelaksanaan MBG.

“Hasil studi tiru dari MBG Jepang, Kyushoku. BGN mengembangkan pilot project MBG sistem prasmanan,” kata Febrian.

Sementara itu, siswa kelas 5 SDN 5 Ngawen, Remo Bimo Giwantoro, mengaku senang dengan penerapan sistem prasmanan. 

“Iya senang bisa ambil sendiri, bisa ambil banyak,” kata Remo.

*Kontributor Blora

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya