Berita

Ilustrasi: Gedung wisma Danantara Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Parlemen

DPR Ingatkan Danantara Hati-hati Risiko Keuangan Merger PP-Adhi Karya

SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 20:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengingatkan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara agar berhati-hati dalam melakukan penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP.

Adisatrya menilai, merger dua perusahaan konstruksi tersebut harus dibarengi dengan restrukturisasi keuangan. Pasalnya, kondisi keuangan Adhi Karya masih menghadapi tekanan, terutama dari sisi arus kas, sementara kinerja PP juga dinilai belum sesuai harapan.

“Walaupun tidak separah BUMN Karya lain, kondisi keuangan Adhi juga masih berat dengan cashflow yang ketat. Kinerja PP pun belum secemerlang yang diharapkan,” ujar Adisatrya kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.


Politisi PDIP tersebut memandang, penggabungan dua entitas yang sama-sama belum sepenuhnya sehat, berpotensi memperburuk persoalan apabila tidak disertai langkah perbaikan fundamental.

Menurutnya, Danantara perlu memastikan restrukturisasi keuangan dilakukan bersamaan dengan proses merger. Tujuannya agar bukan hanya perusahaan hasil penggabungan yang sehat, tetapi masing-masing entitas juga memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat.

Adisatrya juga menyoroti penetapan surviving entity. Menurutnya, penentuan perusahaan yang menjadi entitas penerus harus melalui kajian yang komprehensif.

“Penetapan surviving entity perlu hati-hati karena bukan sekadar memilih perusahaan yang lebih besar, tetapi menentukan siapa yang akan menanggung dan mengelola seluruh beban pascamerger,” tuturnya.

Ia menyebut sejumlah indikator harus menjadi dasar penentuan surviving entity, antara lain kondisi neraca, kemampuan menghasilkan cash flow, dan prospek bisnis.

Adisatrya mengingatkan, tanpa restrukturisasi utang dan perbaikan kinerja yang jelas, merger justru berpotensi menjadi sekadar pemindahan masalah dari perusahaan lama ke entitas baru.

Karena itu, ia meminta Danantara tidak hanya mengejar kecepatan proses merger, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak setelah penggabungan.

“Merger ini tidak hanya mengejar kecepatan, namun kualitas dan dampak pascamerger harus selalu diperhatikan,” ujarnya.

Selain persoalan finansial, Adisatrya meminta aspek sumber daya manusia serta pembagian kompetensi bisnis turut diperhitungkan agar merger menghasilkan perusahaan yang lebih efisien dan memiliki arah bisnis yang jelas.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya