Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella. (Foto: Dok. Hanura)
Partai Hanura menargetkan pembenahan struktur hingga tingkat akar rumput sekaligus membidik minimal satu kursi DPR RI untuk Aceh di Pemilu 2029.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, konsolidasi di Aceh merupakan bagian dari agenda nasional untuk membenahi struktur partai jauh sebelum Pemilu 2029.
“Aceh menjadi provinsi ke-20 dari 38 provinsi yang akan disambangi Tim Task Force dalam rangkaian konsolidasi nasional. Bagi Hanura, ini penting. Sebab, kami mengevaluasi perjalanan partai ini dari lima tahun belakangan,” kata Rio dalam keterangan tertulisnya, Senin, 5 Oktober 2026.
Hanura telah melakukan konsolidasi dan rapat teknis dengan DPD dan DPC Hanura se-Aceh di Banda Aceh pada Rabu, 30 September 2026. Dalam evaluasinya, masih terdapat sejumlah pembenahan yang harus dilakukan di Aceh. Dari 23 DPC yang ada, seluruhnya ditargetkan rampung diperkuat pada akhir Oktober.
“Kami menargetkan semua selesai 100 persen pada akhir Oktober,” ujarnya.
Pembenahan kemudian dilanjutkan hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
Rio mengatakan penguatan struktur tidak semata untuk memenuhi kebutuhan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2029. Struktur tersebut sekaligus dipersiapkan sebagai mesin politik menghadapi kontestasi mendatang.
“Persiapan Pemilu 2029 tidak dilakukan enam bulan sebelumnya, tapi dimulai hari ini. Kami akan menyiapkan mesin politik yang lebih sehat, punya daya juang, dan punya otot untuk menghadapi pertarungan 2029,” tegasnya.
Secara nasional, Hanura menyiapkan struktur organisasi di 7.300 kecamatan dan 514 kabupaten/kota. Setelah konsolidasi struktur rampung, Hanura akan mulai menjaring bakal calon anggota legislatif pada 2027. Setiap struktur diberi kesempatan mengusulkan kader yang dinilai siap bertarung di masing-masing daerah pemilihan.
Khusus Aceh, Hanura membidik minimal satu kursi DPR RI. Target itu akan dikejar dari dua daerah pemilihan yang ada di provinsi tersebut.
“Khusus Aceh, Hanura membidik minimal satu kursi DPR. Ada dua dapil di sini, kami targetkan satu dapil Hanura bisa mengirimkan kader terbaiknya di Aceh untuk masuk ke Senayan,” kata Rio.
Untuk mendukung konsolidasi, DPP Hanura memberikan bantuan Rp205 juta kepada DPC dan PAC se-Aceh. Rio mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
Di sisi lain, Ketua DPD Hanura Aceh Aswin Surya optimistis target pembentukan struktur DPC dan PAC dapat diselesaikan pada Oktober.
“Melihat semangat kawan-kawan dengan kedatangan tim Task Force, saya yakin target-target kita dalam bulan Oktober ini DPC 100 persen, PAC 100 persen akan terpenuhi,” ujarnya.
Aswin juga optimistis Hanura dapat merebut minimal satu kursi DPR RI dari Aceh pada Pemilu 2029.
“Melihat modal dan semangat kawan-kawan, saya semakin optimis. Terlebih, Hanura memiliki warna baru, lambang baru.
Insyaallah target minimal satu kursi bisa kami dapatkan,” tegasnya.
Selain kursi DPR RI, Hanura Aceh menargetkan empat kursi DPR Aceh (DPRA) pada Pemilu 2029. Target tersebut, kata Aswin, disusun berdasarkan pemetaan internal terhadap daerah pemilihan di Aceh.