Berita

Ilustrasi

Bursa

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 19:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah ditutup berlawanan arah pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.118, menguat 81 poin atau 1,36 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sebanyak 526 saham menguat, 153 saham melemah dan 114 saham lainnya stagnan. Pele


Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 40 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp9,9 triliun dengan frekuensi 1,6 juta kali transaksi.

Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat menjadi Rp10.778 triliun.

Namun, penguatan pasar saham tidak diikuti pergerakan Rupiah. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp17.917 per Dolar AS, melemah 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap Rupiah masih dibayangi ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

"Sejak konflik Timur Tengah bergejolak, Indonesia telah kehilangan 25 persen sumber pasokan impor bahan bakar. Sehingga pemerintah harus mencari sumber minyak dari negara lain guna untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman," kata Ibrahim dalam risetnya.

Menurutnya, pemerintah kini tengah melakukan hunting atau pencarian langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan stok BBM.

Ibrahim menyebut pemerintah kini memiliki dua prioritas utama untuk menjaga ketahanan pasokan nasional.

"Ada dua prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut. Pertama, menjaga harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, agar tetap tidak mengalami kenaikan. Kedua, Pemerintah tetap menjaga ketahanan stok BBM nasional pada level 18–20 hari," tegasnya.

Ia pun memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.910 - Rp17.960 pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026.

Sementara dalam perdagangan pekan depan ini berada direntang Rp17.750 - Rp18.050 per Dolar AS.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya