Berita

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP Komarudin Watubun. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Parlemen

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 19:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP Komarudin Watubun mengungkap sejumlah isu yang menjadi bahan pembahasan dalam revisi Undang-Undang Pemilu.

Komarudin mengatakan, pembahasan mencakup aturan pencalonan presiden dan wakil presiden, parliamentary threshold (PT), sistem pemilu DPR, penataan daerah pemilihan, serta penguatan KPU dan Bawaslu.

Selain itu, isu politik uang dan pembiayaan politik, kampanye digital dan kecerdasan artifisial (AI), netralitas ASN serta TNI-Polri, keterwakilan perempuan, hingga akses bagi pemilih disabilitas, lansia, dan masyarakat di daerah terpencil turut dibahas.


Revisi juga menyentuh persoalan rekrutmen dan kaderisasi partai, sengketa pemilu, kepastian hukum, teknologi pemungutan dan rekapitulasi suara, serta kodifikasi aturan pemilu.

“Itu tema yang jadi agenda pembahasan nanti, sesudah ini kita akan undang pakar dari kampus, ormas, BRIN dan Sabang-Merauke,” ujar Komarudin kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Terkait prioritas PDIP, Komarudin mengatakan masih ada tim yang bekerja untuk merumuskan materi tersebut.

“Itu ada tim yang kerja di sana, nanti akan kami sampaikan,” tegasnya.

Sementara mengenai dinamika PT, Komarudin kembali menegaskan isu tersebut belum dibahas secara khusus karena pembahasan revisi UU Pemilu masih dalam tahap penyusunan.

“Belum kita bahas, ini kan masih penyusunan aja. Kalau saya secara pribadi hakikat dari demokrasi Pancasila itu penghormatan terhadap hak suara atau hak individu yang kemudian terakumulasi jadi hak kolektif warga negara,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya