Berita

Komando Daerah Militer (Kodam) baru di bawah jajaran TNI Angkatan Darat (AD) saat Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 5 Oktober 2026 (Foto: Dok YouTube Puspen TNI)

Politik

HUT ke-81, TNI Didorong Makin Efektif Jadi Alat Pertahanan Negara

SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 13:48 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Memasuki usia ke-81, TNI perlu terus memperkuat efektivitasnya sebagai alat pertahanan negara melalui profesionalisme, modernisasi, dan kemandirian kekuatan pertahanan.

Pengamat pertahanan dan intelijen Susaningtyas Nefo Kertopati mengatakan momentum HUT ke-81 TNI harus menjadi kesempatan untuk melakukan pembenahan internal maupun eksternal secara menyeluruh.

“Pada momentum ini agenda TNI, baik pembenahan internal maupun eksternal, harus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan tetap selaras dengan prinsip demokrasi,” ujar Susaningtyas kepada wartawan di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. 


Efektivitas TNI juga perlu ditopang kemampuan Alutsista yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan. Modernisasi harus dilakukan secara transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sistem nirawak atau drone, serta kemampuan siber.

Kondisi geografis Indonesia yang luas, khususnya di wilayah laut dan udara, menjadi tantangan bagi kemampuan pengawasan dan pertahanan TNI. Karena itu, pengadaan Alutsista harus dilakukan secara akuntabel dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Keterbatasan anggaran serta ketersediaan produk dari negara produsen membuat pemenuhan Alutsista baru tidak selalu mudah. Alutsista baru juga membutuhkan biaya besar dan waktu konstruksi sekitar empat sampai lima tahun.

“Alutsista yang baru memiliki harga yang sangat mahal dan proses konstruksi bisa empat sampai lima tahun. Itulah mengapa kita terpaksa membeli Alutsista bekas,” jelasnya.

Di saat yang sama, penguatan TNI tidak hanya bergantung pada pengadaan Alutsista. Kemandirian industri pertahanan melalui riset dan inovasi diperlukan agar Indonesia mampu menghasilkan Alutsista yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional.

“Kemandirian produksi Alutsista merupakan elemen vital dalam mencapai efektivitas Sishankamrata. Dibutuhkan riset yang berkelanjutan untuk inovasi produk Alutsista di masa mendatang,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya