Ilustrasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Oktober 2026 (Sumber: Gemini Generated Image)
BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan Oktober 2026 untuk sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam pemantauan terbaru, sejumlah daerah masuk kategori status awas kekeringan, sementara wilayah lainnya berada pada status siaga dan waspada.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami musim kemarau. Kekeringan meteorologis dapat berdampak pada ketersediaan air hingga sektor pertanian jika berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
Lantas, wilayah mana saja yang masuk status awas, siaga, dan waspada kekeringan Oktober 2026? Berikut rincian wilayah berdasarkan pemantauan BMKG.
Wilayah Berstatus Awas Kekeringan
Sejumlah wilayah di Indonesia masuk kategori awas kekeringan pada Oktober 2026. Status ini tersebar di beberapa provinsi, mulai dari Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.
Bahkan, seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam kategori awas. Berikut daftar wilayah yang tercatat dalam status awas kekeringan:
- Bali
- Banten
- DKI Jakarta
- Gorontalo
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Papua Selatan
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
- Sumatera Selatan
- DI Yogyakarta
- Nusa Tenggara Barat
Wilayah Berstatus Siaga
Selain status awas, BMKG juga mencatat sejumlah wilayah yang masuk kategori siaga kekeringan. Wilayah tersebut antara lain berada di Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, serta sejumlah wilayah di Sulawesi.
Wilayah Berstatus Waspada
Sementara itu, kategori waspada kekeringan tercatat di beberapa wilayah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Barat, Papua Selatan, dan Sulawesi Tengah.
BMKG juga mencatat sekitar 78 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Masyarakat di wilayah yang masih berada dalam periode kemarau diimbau menghemat air dan menggunakannya secara bijak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan, serta terus memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi InfoBMKG.