Media Synergy Forum bersama Pemimpin Redaksi, Jumat 2 Oktober 2026 (Foto: Istimewa)
PT Bukit Asam Tbk berharap Badan Layanan Umum (BLU) Energi segera terbentuk di tahun 2027. Pembentukan BLU tersebut sangat penting untuk memastikan tata Kelola batubara untuk kewajiban domestic market obligation (DMO) ke pembangkit PLN bisa terpenuhi.
Seperti diketahui, saat ini pemegang IUP, IUPK, dan PKP2B wajib menyetor 25% batubara DMO kepada pemerintah untuk kemudian disalurkan ke industri terutama untuk pembangkit PLN. Namun demikian, cerita kekurangan batubara di pembangkit PLN terus terulang.
Dampaknya listrik PLN setiap terjadi kekurangan batubara untuk pembangkit, manajemen melakukan pemadaman bergilir di berbagai daerah. Hal ini memperlihatkan tata Kelola batubara DMO tidak jelas.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Bambang Ismawan mengungkapkan bahwa ketika terjadi pemadaman listrik secara bergilir dirinya baru saja di angkat menjadi Direktur Utama PTBA pada 11 Juni 2026. Kemudian pada tanggal 12 Juni 2026, manajemen PT PLN meminta pasokan batubara ke PTBA. Padahal, saat itu PTBA sudah memenuhi kewajiban pasokan DMO.
“Tetapi karena ini untuk negara, kami akhirnya memasok batubara ke PLTU milik PLN. Sehingga tidak lagi terjadi pemadaman bergilir, saya bilang ke direksi jangan lihat untung dan rugi dulu. Yang penting rakyat listriknya nyala,” ungkap dia dalam acara Media Synergy Forum bersama Pemimpin Redaksi, Jumat 2 Oktober 2026.
Bambang mengaku heran dengan kekurangan batubara ke PLN setiap tahun apalagi hingga melakukan pemadaman listrik. Padahal sudah ada aturan yang mengikat seluruh perusahaan batubara agar bisa memasok batubara ke PLN dan industri lainnya.
Ia menilai bahwa terjadinya kekurangan batubara lantaran banyak perusahaan batubara lain tidak patuh terhadap kewajiban pasokan domestik sehingga PLN sulit mencari pasokan batubara.
Dari masalah itu, Bambang mendukung dan mendesak agar pemerintah segera membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Energi yang bertugas menyalurkan batubara dan gas untuk pembangkit listrik.
“Saya datang ke Menteri ESDM, mengatakan bahwa kami meminta tata kelola batubara diperbaiki. Agar perusahaan lain juga fair memasok batubara ke domestik, kan bisa dihitung. Jangan hanya PTBA, jangan diumpetin lah batubara kan terlihat,” ungkap Bambang.
Dia mengatakan bahwa pada tahun depan BLU Energi bisa terbentuk sehingga tidak ada lagi cerita soal pemadaman bergilir yang dilakukan PLN.”Kalau dulu mungkin boleh byarpet, sekarang jangan. Kapan majunya negara, tidak boleh lagi listrik hidup mati,” ujar dia.