Berita

Media Synergy Forum bersama Pemimpin Redaksi, Jumat 2 Oktober 2026 (Foto: Istimewa

Energi

Ikut Arahan Dony Oskaria, PTBA Bakal Pangkas 10 Anak Usaha

SENIN, 05 OKTOBER 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: AZIS HUSAINI

Danantara Tengah gencar melakukan program streamlining atau merger dan restrukturiasi BUMN. Saat ini ada sekitar 1.074 BUMN. Setelah dilakukan streamlining hanya akan menyisakan 200 BUMN. Salah satu yang tengah melakukan streamlining adalah PT Bukit Asam Tbk.

Bambang Ismawan Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan sedang menjalankan program streamlining dari Danantara yang meminta perusahaan harus fokus pada core bisnis. 

“Kita sedang analisa dari 20 perusahaan menjadi 10 perusahaan saja, baru satu atau dua yang kami streamlining di bawah PTBA,” ungkap dia, dalam acara Media Synergy Forum bersama Pemimpin Redaksi, Jumat 2 Oktober 2026.
 

 
Sementara Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, terus mendorong merger dan restrukturisasi besar-besaran untuk menata perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Transformasi tersebut dilakukan melalui konsolidasi dan penataan BUMN dengan mengacu pada standar pengelolaan perusahaan berkelas global.

“Bagi saya perubahan itu harus terjadi. It's now or never. Tidak mungkin kita membiarkan kondisi daripada perusahaan-perusahaan kita di Indonesia,” kata Dony dalam acara "Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara" yang diselenggarakan IKA Fikom Unpad, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dony menjelaskan, dalam proses transformasi, setiap perusahaan dinilai menggunakan global benchmark. Penilaian mencakup model bisnis, sumber dan komposisi pendapatan, struktur biaya, EBITDA margin, ukuran dan pangsa pasar, hingga kapabilitas internal perusahaan.

“Tujuannya apa? Mengembalikan BUMN-BUMN kita ini dikelola dengan baik, memberikan return yang maksimal, sehingga bisa diinvestasikan,” ujarnya.

Dony mengungkapkan, jumlah BUMN beserta anak dan cucu usahanya mencapai 1.074 entitas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan perampingan dan konsolidasi perusahaan pelat merah.

Sejauh ini, pemerintah telah menutup sekitar 240 entitas BUMN yang dinilai tidak sehat secara bisnis dan terus mencatatkan kerugian.

Dari proses penataan tersebut, Dony menyebut sekitar 52 persen perusahaan berada dalam kondisi merugi. Karena itu, Danantara mendorong konsolidasi agar pengelolaan BUMN lebih efisien dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar.“Mending kita kelola delapan saja tapi labanya besar. Ini akibat tidak ada konsolidasi,” katanya.

Menurut Dony, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah struktur BUMN agar tidak sekadar banyak secara jumlah, tetapi kuat secara bisnis dan mampu menghasilkan keuntungan yang kemudian dapat kembali diinvestasikan untuk pertumbuhan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya