Berita

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS, Rahmat Saleh. (Foto: Dok. Fraksi PKS)

Parlemen

Komisi VI Dukung Merger BUMN: Efisiensi Jadi Prioritas

MINGGU, 04 OKTOBER 2026 | 17:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pemerintah menggabungkan 1.157 perusahaan BUMN menjadi sekitar 250 perusahaan dinilai sejalan dengan prinsip efisiensi yang tengah didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Terkait dengan prioritas BUMN mana yang menjadi prioritas untuk merger, pada prinsipnya adalah merger perusahaan-perusahaan BUMN. Ini untuk efisiensi efektivitas pengelolaan perusahaan," ujar Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 4 Oktober 2026.

Anggota Fraksi PKS itu mengatakan, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah melakukan kajian terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang dinilai tidak efektif atau dapat digabungkan.


"Dan hampir semua BUMN sudah dilakukan pengkajian mana anak-anak perusahaan bahkan cucu perusahaan yang tidak efektif atau bisa digabung, agar mengurangi besarnya operasional yang dikeluarkan oleh BUMN," jelasnya.

Menurut Rahmat, merger juga diarahkan pada sejumlah sektor, termasuk energi. Salah satunya di lingkungan Pertamina.

"Misalnya di sektor Pertamina itu dari hampir 250 BUMN yang mengelola sektor perminyakan, mulai dari Pertamina Patra kemudian Pertamina Hulu dan segala macam itu dikerucutkan menjadi sekitar 50-60 BUMN," ungkapnya.

Rahmat menyebut sektor energi menjadi salah satu kelompok terbesar dalam rencana konsolidasi tersebut.

"Itu BUMN terbesar. Jadi 25 persen merger perusahaan ini yang mengelola perminyakan dan termasuk BUMN lain-lain," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya