Berita

Focus Group Discussion (FGD) “Produksi, Pengolahan dan Kelayakan Ekonomi Industri Bioetanol Berbahan Jagung, Sorgum, dan Singkong” yang digelar Fakultas Pertanian IPB University bersama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)/ (Foto: istimewa)

Industri

Agrinas Palma Gandeng IPB University Kembangkan Industri Bioetanol

MINGGU, 04 OKTOBER 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Industri bioetanol berbahan singkong, sorgum, dan jagung mulai memasuki tahap pengembangan yang lebih konkret dengan fokus pada ketersediaan bahan baku, teknologi pengolahan, integrasi rantai pasok, hingga kelayakan ekonomi produk.

Hal itu menjadi pokok Focus Group Discussion (FGD) “Produksi, Pengolahan dan Kelayakan Ekonomi Industri Bioetanol Berbahan Jagung, Sorgum, dan Singkong” yang digelar Fakultas Pertanian IPB University bersama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Sabtu, 3 Oktober 2026 di Taman Kencana, Bogor. 

Forum ini juga dihadiri Managing Director Teknologi Advancement Danantara Dwi Susanto dan menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama Agrinas Palma dengan Pertamina.


Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan pengembangan bioetanol perlu ditempatkan sebagai ekosistem dari hulu hingga hilir. Agrinas Palma telah melakukan pemetaan lahan dan menyiapkan roadmap pengembangan multifeedstock. 

Dalam roadmap tersebut, pada 2029 ditargetkan pengembangan hingga 1 juta hektare lahan untuk singkong, sorgum, dan jagung, dengan kapasitas produksi bioetanol sedikitnya 5 juta kiloliter per tahun.

“Target tersebut harus dibangun dari kepastian bahan baku, kesesuaian lahan, produktivitas, teknologi, hingga keekonomian dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pendekatan multifeedstock dan integrasi hulu-hilir menjadi penting,” ujar Abdul Ghani.

Dari sisi akademik, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr., menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin diperlukan agar pengembangan bioetanol tidak berhenti pada gagasan. 
Faperta memiliki berbagai inovasi dan kompetensi yang dapat dikolaborasikan untuk mendukung pengembangan bioetanol, mulai dari budidaya dan produktivitas bahan baku hingga teknologi, ekonomi, dan model pengembangan yang dapat menghasilkan keluaran konkret dan terukur.

“Pengembangan bioetanol membutuhkan kontribusi berbagai disiplin ilmu. Keberhasilannya terletak pada detail. Karena itu, aspek on-farm maupun pengolahan perlu dipetakan, dikuasai, dan dikelola dengan baik. Faperta memiliki berbagai inovasi dan siap berkolaborasi untuk mendukung program ini agar dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan,” kata Suryo.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor I IPB, Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM. Menurutnya, kebijakan strategis perlu dibangun di atas scientific base dan kompetensi lintas fakultas. Pengembangan bioetanol tidak cukup dikaji dari satu sisi karena menyangkut pertanian, teknologi, ekonomi, lingkungan, serta aspek sosial.

“Kami berharap forum ini menghasilkan kajian berbasis data dan rekomendasi yang jelas, termasuk bagaimana rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah,” ujar Deni.

FGD menyepakati delapan arah penting. Pertama, bioetanol merupakan agenda strategis nasional untuk menekan impor energi dan mendukung target Net Zero Emission 2060. Kedua, keberlanjutan pasokan menjadi kunci, mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, varietas, dan waktu panen.

Ketiga, lokus bioetanol perlu dibedakan dari lokus pangan agar tidak terjadi persaingan harga. Keempat, kesesuaian komoditas dan lokasi harus divalidasi melalui uji lapangan karena setiap tanaman memiliki kebutuhan lingkungan dan teknologi budidaya yang berbeda. Kelima, desain industri harus mengintegrasikan on-farm dan off-farm sebagai satu rantai nilai.

Keenam, kawasan industri perlu membangun kemandirian teknologi pendukung, termasuk ketersediaan enzim, agar tidak bergantung pada pasokan dari luar kawasan. Ketujuh, bioetanol diarahkan untuk kompetitif dan dikembangkan tanpa ketergantungan subsidi. Kedelapan, IPB siap menindaklanjuti penyusunan Feasibility Study (FS) terintegrasi, termasuk pendampingan lapangan pada aspek on-farm dan off-farm.

FGD juga menempatkan kemitraan masyarakat sebagai bagian penting dalam desain pengembangan. Skema kemitraan sekitar 10–20 persen dari produksi dibahas sebagai salah satu opsi, termasuk kemungkinan integrasi dengan peternakan dan penyediaan hijauan pakan.

Dengan kebutuhan bioetanol yang diproyeksikan sekitar 7 juta kiloliter untuk mendukung implementasi E20, langkah berikutnya bukan sekadar memperbesar kapasitas, melainkan memastikan seluruh fondasi proyek dapat dibuktikan secara ilmiah dan ekonomis. 

Bagi Agrinas Palma, forum ini menegaskan satu hal yakni transisi energi tidak hanya berbicara tentang energi, tetapi juga tentang petani, lahan, teknologi, industri, dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya