Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres)

Presisi

Suyudi Diminta Jadikan Rotasi Polri Momentum Pembenahan

MINGGU, 04 OKTOBER 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Rotasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendapat perhatian dari Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa).

Kapolri Suyudi melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri, termasuk Kabareskrim, Kabaintelkam, Irwasum, hingga sejumlah Kapolda.


Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan mengatakan, rotasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembenahan dan reformasi institusi Polri.

"Rotasi besar-besaran di tubuh Polri jangan sampai menimbulkan indikasi bahwa ada kepentingan politik di baliknya. Kalau memang untuk pembenahan organisasi dan reformasi Polri, tentu harus kita dukung," kata Adi kepada RMOL, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurut Adi, pergantian pejabat di sejumlah posisi strategis harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, profesionalitas, transparansi, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

"Jangan sampai rotasi ini hanya menjadi pergantian orang dari satu posisi ke posisi lain, tetapi tidak membawa perubahan mendasar terhadap wajah kepolisian," tegasnya.

Adi menerangkan, Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. Karena itu, menurut dia, independensi institusi kepolisian perlu terus dijaga.

"Polri harus bekerja berdasarkan kepentingan rakyat dan negara, bukan menjadi alat kekuasaan," ujarnya.

Ia berharap Kapolri Suyudi menjadikan momentum pergantian kepemimpinan dan rotasi sejumlah pejabat strategis sebagai kesempatan memperkuat agenda reformasi kepolisian.

Menurutnya, reformasi Polri harus menyentuh aspek yang dirasakan langsung masyarakat, mulai dari peningkatan profesionalitas aparat, penegakan hukum yang transparan, penguatan pengawasan internal, pemberantasan praktik koruptif, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Kapolri harus memastikan seluruh jajaran bekerja secara profesional dan independen. Jangan ada kesan bahwa jabatan diberikan atau digeser karena kedekatan maupun kepentingan politik," kata Adi.

Barabusa, lanjut Adi, akan mencermati perkembangan rotasi tersebut, termasuk dampaknya terhadap arah kebijakan dan kinerja kepolisian di lapangan.

Ia menilai keberhasilan rotasi tidak semata-mata dapat diukur dari jumlah pejabat yang digeser, tetapi dari perubahan yang dirasakan masyarakat.

"Ukuran keberhasilan rotasi bukan pada berapa banyak jenderal yang digeser. Ukurannya adalah apakah masyarakat semakin percaya kepada Polri, apakah hukum semakin adil, dan apakah polisi semakin dekat dengan rakyat," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya