Berita

Kebersamaan Jokowi dan Gibran Rakabuming. (Foto: istimewa)

Politik

Putusan MK akan Menentukan Langkah Politik Jokowi Ke Depan

MINGGU, 04 OKTOBER 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kepercayaan diri mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam menghadapi dinamika politik saat ini tidak terlepas dari pengalamannya mengelola kekuatan partai politik selama ini.

Pengamat politik Hendri Satrio mengulas saat pembentukan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024. 

Saat itu, Anies yang sebelumnya dibangun bersama Nasdem, Demokrat, dan PKS akhirnya berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Demokrat kemudian keluar dari koalisi, sementara Nasdem, PKB, dan PKS melanjutkan dukungan kepada pasangan Anies-Muhaimin.


Menurut Hensa, perubahan konfigurasi tersebut menarik jika dilihat dari hubungan politik Muhaimin dan PKB dengan Jokowi. Ia bahkan menduga Cak Imin merupakan salah satu figur yang memiliki kedekatan politik kuat dengan Jokowi.

“Muhaimin Iskandar dan PKB ini menurut saya justru sekutu paling ideal dan dekat buat Jokowi. Jadi menurut saya, waktu 2024 itu bagaimana Jokowi mengelola politik sehingga Prabowo dan Gibran menang,” kata Hensa dalam perbincangan bersama Helmy Yahya di YouTube Helmy Yahya Bicara, dikutip Minggu, 4 Oktober 2026.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini kemudian menyebut Cak Imin sebagai figur yang patut diperhatikan ketika membicarakan jejaring politik Jokowi. Menurut dia, kemampuan Cak Imin berpindah dan beradaptasi di tengah perubahan konfigurasi politik menunjukkan kelihaian Ketua Umum PKB tersebut.

“Jangan-jangan memang proxy terkuatnya Jokowi ini ya Cak Imin. Cak Imin memang canggih, cair banget. Dia yang paling paham bagaimana berselancar,” ujar Hensa.

Bagi Hensa, cerita Anies-Muhaimin menjelang Pilpres 2024 itu merupakan salah satu contoh penting untuk membaca sikap Jokowi sekarang.

Ia menilai hampir seluruh kekuatan politik besar pernah memiliki hubungan kerja sama atau berada dalam lingkaran pemerintahan Jokowi sehingga mantan wali kota Solo itu memahami karakter masing-masing partai.

“Masalahnya, ada enggak kekuatan politik di Indonesia yang tidak pernah berkoalisi dengan Pak Jokowi? Enggak ada. Jadi Jokowi tahu persis cara mainnya karena semuanya pernah di lingkaran dia,” kata Hensa.

Ia menyebut pengetahuan tersebut mencakup cara bergerak sejumlah partai, mulai dari Gerindra, Golkar, PDIP, PKS, Demokrat, PKB hingga Nasdem.

Karena itu, menurut Hensa, pernyataan-pernyataan percaya diri Jokowi terkait persaingan politik tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya berhadapan dan bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan tersebut.

“Pak Jokowi sudah tahu caranya menang dan enggak ada yang tidak bersama dia. Siapa yang enggak bersama dia? Enggak ada. Jokowi tahu cara mainnya PKS bagaimana, Demokrat bagaimana, PKB bagaimana, Nasdem bagaimana,” ujar Hensa.

Atas dasar itu, Hensa menilai kekuatan Jokowi ke depan tidak cukup dibaca hanya dari kendaraan politik yang digunakannya. Jejaring dan pengalamannya berinteraksi dengan partai-partai politik juga menjadi variabel yang menurutnya perlu diperhitungkan.

“Masih punya jaringannya. Wajar kalau dia bilang dia enggak takut, ‘gue tahu semua kok’. Dia mengerti rencana, tahu cara mainnya partai-partai politik di Indonesia,” ujar Hensa.

Di tengah kuatnya jejaring politik Jokowi yang ia gambarkan, Hensa menilai masih ada satu hal yang patut ditunggu, yakni perkembangan perkara di Mahkamah Konstitusi terkait surat kesetaraan pendidikan Gibran Rakabuming Raka. 

Persoalan tersebut sebelumnya juga disinggung Hensa ketika membahas posisi politik Jokowi dan Gibran ke depan.

“Makanya menarik nih menunggu hasil MK tentang surat kesetaraan kemampuan Gibran, ujungnya akan seperti apa karena ini juga jadi faktor langkah politik Jokowi ke depannya,” pungkas Hensa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya