Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA Fikom Unpad) menggelar Executive Breakfast Meeting bertajuk “Dua Tahun Danantara”. (Foto: istimewa)
Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA Fikom Unpad) menggelar Executive Breakfast Meeting bertajuk “Dua Tahun Danantara” untuk membedah perjalanan dan capaian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di The Opus Grand Ballroom, The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dan dipandu Pemimpin Redaksi RMOL, Azis Husaini.
Ketua IKA Fikom Unpad, Hendri Satrio mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pikiran sekaligus mendapatkan perkembangan terbaru mengenai Danantara setelah dua tahun kehadirannya.
“Kita berkumpul untuk bersama-sama bertukar pikiran, kemudian juga mendapatkan update,” kata Hendri dalam kegiatan tersebut.
Ia mengingatkan kembali pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025 mengenai tujuan strategis pembentukan Danantara. Saat itu, Presiden berharap Danantara dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sosok yang akrab disapa Hensa itu menuturkan, Presiden Prabowo kala itu mempertanyakan kondisi Indonesia setelah 80 tahun merdeka, namun masih banyak petani dan nelayan yang belum sejahtera.
“Pada hari itu Presiden berkata bahwa kenapa sudah 80 tahun Indonesia merdeka tapi masih banyak petani, nelayan yang kurang sejahtera, maka didirikan Danantara,” ujarnya.
Menurut Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu, tujuan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana Danantara mampu menjalankan peran strategisnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fikom Unpad, Dr Nindi Aristi mengatakan, kiprah IKA Fikom Unpad saat ini semakin berkembang. Ia juga menilai transformasi yang dilakukan Danantara terhadap aset-aset BUMN dapat menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi.
“Danantara berhasil mentransformasikan aset BUMN. Kami ingin belajar bagaimana transformasi itu diterapkan untuk diterapkan di kampus,” kata Nindi.
Ia mengatakan, Unpad memiliki potensi besar untuk mengembangkan program strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan industri dan alumni.
“Kami di sosial humaniora, terutama di Fakultas Ilmu Komunikasi, juga ingin bergerak bersama untuk mengembangkan program-program strategis yang kemudian dapat berkolaborasi dengan industri dan juga para alumninya,” jelasnya.
Nindi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara kampus, alumni, dan dunia industri.
Executive Breakfast Meeting “Dua Tahun Danantara” turut didukung MIND ID, Pupuk Indonesia, dan Pertamina Patra Niaga.