Berita

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: RMOL)

Energi

Kurangi Impor Bensin, Danantara Siap Masuk ke Proyek Etanol

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 21:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bakal ikut terlibat dalam pengembangan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

"Termasuk membangun pabrik etanol, menanam, kemudian membangun pabrik etanol juga. Kita harapkan nanti pemerintah kan berharap dalam 3 tahun ke depan sudah selesai seluruh investasi yang akan kita lakukan," kata Dony usai diskusi yang digelar IKA FIKOM UNPAD di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.


Dony yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) itu mengatakan investasi disiapkan dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari penanaman tebu hingga pembangunan pabrik etanol.

Menurutnya, pemerintah ingin menggencarkan visi swasembada energi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan melalui program biodiesel 50 persen (B50), yang membuat kebutuhan solar tidak lagi bergantung pada impor karena dicampur dengan biodiesel berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari kelapa sawit.

"Kita solar sudah selesai dengan B50, sehingga kita sudah tidak lagi impor solar. Ke depan kita harapkan juga sama dengan bensin. Nah, bensin ini kan beberapa negara sudah ada E50" kata Dony.

Untuk itu, Danantara juga menyiapkan keterlibatan di sisi hulu untuk memastikan ketersediaan bahan baku etanol. Rantai investasinya mencakup penanaman tebu, pengolahan molases, pembangunan pabrik etanol, hingga proses pencampuran etanol dengan BBM gasoline.

Dony mengatakan, pemerintah akan memulai pengembangan campuran etanol dari E20 atau gasoline dengan kandungan etanol 20 persen.

"Bahan baku etanol ini kan dari terutama sekali dari molases, dari tebu. Karena itu pemerintah ke depannya akan menggencarkan untuk proses penanaman tebu, yang kita harapkan nanti akan menjadi bagian daripada transisi energi kita," tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya