Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Finansial

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perubahan kebijakan pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump ikut mengeringkan aliran pendanaan iklim global.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Joko Tri Haryanto mengatakan, perubahan kebijakan tersebut turut berdampak terhadap Indonesia yang selama ini mengandalkan hibah internasoonal dalam sejumlah program lingkungan.

Bahkan, BPDLH disebut kehilangan potensi hibah sebesar 20 juta Dolar AS atau sekitar Rp358,8 miliar untuk program konservasi orangutan di koridor Sumatera.


"Begitu election di US yang menang Presiden Trump, pertama kali beliau bilang apa? Saya nggak percaya perubahan iklim, itu omong kosong saja gitu. Kemudian dia bubarkan USAID, dia bubarkan, dia cabut semua international aid, khususnya yang terkait dengan iklim, dia stop semua, termasuk yang ke BPDLH," kata Joko di Bogor, Sabtu 3 Oktober 2026.

Joko menuturkan, hibah tersebut sebelumnya sudah berada pada tahap akhir dan siap dituangkan dalam nota kesepahaman dengan pemerintah Amerika Serikat pada era Presiden Joe Biden. Namun, pergantian pemerintahan di Negeri Paman Sam membuat kesepakatan tersebut batal.

"Kami sempat dapet ya, sudah siap tanda tangan, sudah siap MOU, 20 juta Dolar AS dari pemerintah Amerika untuk konservasi urangutan di koridor Sumatera, itu perjanjiannya dengan Presiden Joe Biden, ya begitu Joe Biden kalah, Presiden Trump diinaugurasi, yang terjadi apa? nggak jadi, duitnya ditarik lagi," bebernya.

Menurut Joko, dampak perubahan kebijakan AS tidak berhenti pada hubungan bilateral. Keputusan Washington menarik diri dari puluhan kesepakatan multilateral turut mengguncang ketersediaan likuiditas pembiayaan lingkungan secara global.

"Kemudian Presiden Trump menarik kesepakatan di 66 multilateral agreement. Yang terjadi apa? Globalnya goyang, global liquidity-nya mengering," ungkapnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kerja sama BPDLH dengan negara donor lainnya. Joko menyebut sejumlah komitmen pendanaan dari Inggris dan Norwegia juga mengalami penyesuaian.

Bahkan, alokasi pendanaan iklim dari pemerintah Inggris disebut dipangkas hingga 50 persen dari komitmen awal.

Joko mengatakan, fenomena efisiensi anggaran kini tidak hanya terjadi di dalam negeri melalui APBN, tetapi juga dirasakan negara-negara donor. Mengeringnya likuiditas global membuat pemerintah di berbagai negara semakin berhati-hati dalam menyalurkan hibah.

"Jadi yang efisiensi bukan hanya APBN, seluruh dunia pun sekarang efisiensi. Nah di tengah kondisi efisiensi ini, begitu global liquidity-nya mengering, seluruh negara kan berpikir dua kali, kalau dulu masih bisa menikmati periode bulan madu dengan hibah-hibah internasional," tandas Joko.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya