Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bursa

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali mengalami koreksi mingguan untuk dua pekan berturut-turut. 

Di akhir pekan ini, harga CPO melemah untuk hari keenam beruntun dan menyentuh level penutupan terendahnya dalam 12 pekan terakhir akibat bayang-bayang lesunya ekspor serta proyeksi lonjakan stok.

Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak pengiriman Desember melemah 0,46 persen menjadi 4.533 Ringgit Malaysia per metrik ton pada akhir pekan. Posisi tersebut menjadi titik terendah sejak 10 Juli 2026, dengan total koreksi mingguan mencapai 2,98 persen.


Konon, tekanan terhadap kontrak berjangka CPO Malaysia dipicu oleh melemahnya ekspor, peningkatan volume produksi, serta proyeksi persediaan akhir yang melampaui 3 juta ton. Ia juga mencatat bahwa produksi bulanan melonjak tajam sepanjang September.

Data dari lembaga surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia menunjukkan penurunan ekspor produk sawit negeri jiran pada September berkisar antara 17,1 persen hingga 28,8 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan komoditas minyak nabati lain terpantau terbatas. Harga soyoil di Chicago Board of Trade hanya menguat tipis 0,01 persen, sedangkan Bursa Komoditas Dalian libur nasional. Kinerja harga CPO sendiri kerap mengekor pergerakan minyak nabati kompetitor karena ketatnya persaingan pangsa pasar global.

Di sisi lain, analis industri memproyeksikan potensi penguatan harga minyak nabati global dalam beberapa bulan ke depan hingga 2027 seiring menyusutnya pasokan. Tren ini didorong oleh terganggunya jalur distribusi minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam serta merosotnya ekspor minyak kedelai asal Amerika Selatan.

Adapun di dalam negeri, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor CPO beserta produk olahannya sepanjang Januari hingga Agustus mencapai 16,13 juta ton, atau terkoreksi 0,39 persen dibanding periode serupa tahun lalu.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya