Berita

Logo Hari Santri 2026 (Foto: Dokumen istimewa)

Politik

Luncurkan Tema dan Logo Hari Santri 2026, PBNU: Santri Harus Kuat Akarnya!

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026. Tahun ini, PBNU mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sebagai penegasan atas peran santri dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan, tema Hari Santri tahun ini membawa pesan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Gus Gudfan dalam keterangannya, Sabtu, 3 Oktober 2026.


Menurut Gus Gudfan, akar tradisi yang kuat justru menjadi bekal bagi santri untuk hadir menjawab berbagai tantangan baru.

“Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya. Santri tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Gus Gudfan menjelaskan, frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” mengingatkan kembali perjalanan panjang kaum santri dalam sejarah Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini, pesantren dan kaum santri memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Dari pesantren kita belajar bahwa menjaga agama harus berjalan beriringan dengan menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa,” katanya.

Semangat itu juga dituangkan dalam logo Hari Santri 2026 yang menampilkan sejumlah elemen utama, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang.

Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan yang kokoh. Kitab menggambarkan ilmu pengetahuan serta tradisi intelektual pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur yang menerangi perjalanan santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu. Akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian,” ujar Gus Gudfan.

Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 juga menjadi bagian dari momentum baru PBNU setelah diumumkannya susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan negara.

Gus Gudfan menegaskan, Hari Santri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat untuk terus menghidupkan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat.

“Tradisi itu bukan sekadar untuk dikenang. Tradisi harus dihidupkan. Di dalamnya ada ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, dan tanggung jawab menjaga negeri,” katanya.

PBNU mengajak seluruh jajaran Nahdlatul Ulama, pesantren, santri, dan masyarakat untuk menjadikan Hari Santri 2026 sebagai momentum memperkuat kembali nilai-nilai keilmuan, akhlak, persaudaraan, dan kebangsaan.

Seluruh struktur kepengurusan NU dari tingkat wilayah, cabang hingga ranting juga didorong untuk menyosialisasikan tema dan logo Hari Santri 2026 serta menerjemahkannya dalam berbagai kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Hari Santri adalah momentum untuk mengingat dari mana kita berasal sekaligus menentukan ke mana kita akan melangkah. Akarnya tetap tradisi, tetapi pengabdiannya harus menjangkau seluruh negeri,” pungkasnya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya