Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman (Foto: Istimewa)

Politik

Komisi III DPR ke Kapolri Suyudi: Hapus Budaya ‘No Viral No Justice’!

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR RI menaruh sejumlah harapan besar kepada Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Mulai dari mendesak penghapusan budaya 'no viral no justice’ di tubuh Polri, hingga memastikan agar anggotanya tidak lagi bersikap represif terhadap masyarakat kecil.

“Tentunya kami menyampaikan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah barunya sebagai Kapolri. Tugas Jenderal Suyudi ke depan cukup berat, yakni mengembalikan marwah Polri sebagai pelayan masyarakat,” ujar Anggota Komisi III DPR RI, Benny K. Harman, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026

Benny juga berpesan agar Jenderal Suyudi mampu mengembalikan Polri sebagai lembaga penegak hukum yang independen, bukan sekadar alat kekuasaan.


“Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 menyebutkan bahwa Polri adalah alat negara, bukan alat pemerintah atau penguasa. Melihat dinamika beberapa tahun belakangan ini, tugas utama Jenderal Suyudi adalah memastikan Polri kembali bekerja sesuai fungsi dan tugasnya,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Selain itu, Benny menilai Jenderal Suyudi perlu segera melakukan reformasi kultural di tubuh kepolisian—terutama mengubah kebiasaan penanganan perkara yang baru akan cepat diproses apabila kasus tersebut viral di media sosial terlebih dahulu.

“Harus ada reformasi kultural Polri, dari arogansi menuju pelayanan. Kasus Sambo, Kanjuruhan, hingga penganiayaan warga masih membekas di ingatan publik. Harapan kami, Kapolri baru harus berani menghapus kultur ‘no viral no justice’ serta menerapkan zero tolerance terhadap pungli, pemerasan, dan aksi backing,” harapnya.

“Kami juga berharap Jenderal Suyudi dapat mempercepat pembentukan peradilan pidana yang independen bagi anggota Polri, tidak hanya berhenti pada sidang etik saja,” tutup Benny.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya