Berita

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Komisi III DPR: Kapolri Baru Harus Dekat dengan Masyarakat

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 09:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR RI menilai pergantian Kapolri menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap kepolisian harus dibangun melalui pendekatan humanis, bukan karena rasa takut.

"Polisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Seperti yang dijelaskan Pak Suyudi tadi, Polri jangan sampai ditakuti, tetapi harus dekat dengan masyarakat. Kepercayaan publik kepada institusi Polri harus tumbuh dari kepercayaan itu sendiri, bukan karena rasa takut," ujar Rudianto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026


Rudianto menilai pengalaman Suyudi, termasuk saat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN), menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri.

"Jabatan Kapolri adalah jabatan tertinggi di institusi kepolisian, sebagai alat negara yang tegak lurus kepada Presiden," kata Rudianto.

Ia juga memandang Suyudi memiliki rekam jejak yang mendukung kepemimpinannya, khususnya dalam pemberantasan narkoba.

"Pilihan kepada Pak Suyudi Ario Seto ini saya kira adalah pilihan yang tepat. Apalagi beliau masih muda dan energik. Rekam jejak kinerjanya di BNN begitu luar biasa, berhasil mengungkap peredaran narkoba hingga berton-ton, termasuk menyentuh kampung-kampung narkoba yang selama ini sulit dijangkau," tambahnya.

Lebih jauh, Rudianto berharap Suyudi mampu menerjemahkan mandat konstitusi dengan menjadikan Polri sebagai institusi yang melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.

"Pak Suyudi adalah figur yang saya kira mampu menerjemahkan keinginan Presiden, terutama mandat konstitusi Pasal 30, di mana tugas pokok kepolisian sebagai alat negara adalah melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat," pungkasnya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya