Berita

Ilustrasi

Bursa

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat setelah data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen menjadi 51.176,96. S&P 500 bertambah 0,73 persen ke 7.722,72, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,19 persen ke 27.190,86.

Kenaikan juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar. Nvidia naik 1,3 persen, sementara Tesla melonjak 4,7 persen dan menjadi salah satu saham yang memberikan dorongan terbesar terhadap S&P 500. Sektor consumer discretionary menjadi sektor dengan kinerja terbaik, naik 1,4 persen.


Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga turut menguat. Indeks real estat S&P 500 naik 0,4 persen, sementara Russell 2000 yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi kecil melonjak 0,9 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar dalam satu hari bagi Russell 2000 dalam sebulan terakhir.

Sentimen pasar mendapat dorongan dari laporan ketenagakerjaan AS. Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah pekerjaan nonpertanian hanya bertambah 29.000 pada September, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 90.000. Data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun.

Data tersebut membuat pasar semakin mengurangi peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed akhir Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan tersebut turun menjadi 22,7 persen, dari 24,4 persen pada sesi sebelumnya dan 64,2 persen sepekan sebelumnya.

Meski ditutup menguat, kinerja mingguan bursa masih beragam. S&P 500 turun 0,27 persen sepanjang pekan dan Dow Jones melemah 1,26 persen, menandai penurunan mingguan keempat dalam lima pekan. Sebaliknya, Nasdaq naik 0,45 persen dan mencatat kenaikan mingguan kelima dalam enam pekan terakhir. 

Di sisi saham individual, Nike menjadi pemberat utama Dow dengan penurunan 3,6 persen setelah memperingatkan lemahnya permintaan di China dan memangkas prospek pendapatan tahunannya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya