Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Global

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga solar yang terus melonjak mendorong negara-negara G7 mengambil langkah darurat dengan melepas sekitar 100 juta barel cadangan untuk menambah pasokan di tengah gangguan pasar energi global.

Kelompok yang beranggotakan Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang itu sepakat menggelontorkan stok tersebut mulai segera dan berlangsung selama empat bulan.

Dalam 20 hari pertama, pelepasan cadangan akan dilakukan dalam jumlah besar dan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA). Langkah ini ditempuh untuk meredam kenaikan harga bahan bakar diesel yang telah mencapai level tinggi di sejumlah pasar.


Para pemimpin G7 juga membuka kemungkinan melepas cadangan tambahan jika kondisi pasokan belum membaik.

"Kami akan berkumpul dalam konteks IEA dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan pelepasan tambahan solar jika diperlukan," kata kelompok tersebut dalam pernyataan bersama, dikutip dari CNBC International, Sabtu 3 Oktober 2026.

Keputusan ini diambil ketika pasokan bahan bakar global tertekan oleh sejumlah gangguan. Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia mengurangi pasokan produk olahan, sementara perang Iran turut mengganggu aliran energi dari Timur Tengah.

Di AS, harga solar bahkan mencapai rekor pada September dan masih bertahan di level tinggi. Rata-rata harganya mencapai sekitar 6,37 Dolar AS per galon pada Jumat.

Langkah G7 juga muncul di tengah tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap negara-negara Eropa. Trump sebelumnya mendorong Eropa menggunakan cadangan solar mereka sebagai alternatif atas rencana pembatasan ekspor bahan bakar dari AS.

“Eropa telah sepakat untuk melepaskan sejumlah besar minyak diesel yang mereka simpan dalam jumlah besar,” kata Trump sebelum pengumuman G7.

Selain melepas cadangan, negara-negara G7 sepakat menghindari pembatasan ekspor energi di antara anggota kelompok tersebut. Mereka juga meminta negara-negara produsen tidak memberlakukan larangan ekspor yang berpotensi memperburuk tekanan di pasar.

Langkah tersebut menjadi penting bagi Eropa karena AS memasok sekitar setengah dari impor diesel Uni Eropa pada Agustus. Pembatasan ekspor dari AS berpotensi semakin memperketat pasokan diesel di kawasan tersebut.

Pelepasan 100 juta barel ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengatasi gangguan pasokan energi akibat perang. Pada Maret, negara-negara anggota IEA sebelumnya telah berkomitmen menyediakan 400 juta barel minyak mentah dan produk olahan.

Namun, Menteri Energi AS Chris Wright menilai sejumlah negara Eropa baru merealisasikan sebagian kecil dari komitmen tersebut. Karena itu, tekanan untuk menambah pasokan energi masih berlanjut.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya