Berita

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) (Foto: RMOL/Reni Erina)

Finansial

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri perbankan syariah Indonesia ditargetkan memiliki lebih banyak pemain dengan skala usaha besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik sedikitnya lima bank syariah yang mampu mendekati skala PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Target tersebut diharapkan mulai terwujud dalam waktu dekat, dengan batas paling lambat pada 2027. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, perkembangan menuju target itu saat ini sudah berjalan.

"Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI, dan itu sedang mengarah ke sana. Nanti insya Allah mungkin kalau tidak 2026, 2027 realisasinya itu mungkin sudah tercapai," ujar Dian usai seremoni peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I), di Bali, Jumat, 2 Oktober 2026.


BSI menjadi gambaran skala usaha yang ingin didekati bank-bank syariah lainnya. Hingga akhir 2025, aset bank tersebut mencapai Rp456 triliun, tumbuh 11,64 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Untuk menambah jumlah pemain beraset besar, OJK membuka sejumlah jalur. Bank konvensional dapat melakukan konversi penuh menjadi bank syariah, sementara pembentukan entitas syariah juga dapat dilakukan melalui mekanisme spin-off.

Namun, OJK tidak ingin proses spin-off justru melahirkan terlalu banyak bank syariah dengan skala kecil. Karena itu, entitas hasil pemisahan usaha yang dinilai tidak memiliki skala memadai akan diarahkan untuk bergabung dengan bank lain.

"Tapi yang pasti, kalau itu misalnya spin-off itu akan kecil, pasti akan kita wajibkan untuk merger, gitu, dengan bank lain," kata Dian.

Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penambahan jumlah bank syariah tidak hanya diarahkan untuk memperbanyak pemain, tetapi juga memperbesar kapasitas bisnisnya. Dengan skala yang lebih kuat, industri diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan produk, memperluas layanan keuangan syariah, dan membangun struktur perbankan yang lebih terdiversifikasi.

Dengan demikian, target lima bank syariah beraset jumbo bukan sekadar soal menambah jumlah lembaga, melainkan juga mendorong konsolidasi agar pemain yang terbentuk memiliki kapasitas untuk bersaing dalam sistem keuangan nasional.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya