Berita

Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 06:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. 

Petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi, Yulianto, mencatat aktivitas ini dalam pengamatan sepanjang Jumat 2 Oktober 2026.

Berdasarkan catatan Yulianto, Gunung Merapi berada pada tingkat aktivitas Level III atau Siaga.


Yulianto mengungkapkan bahwa sepanjang hari kemarin teramati sembilan kali guguran lava pijar.

Dikutip dari RMOLJateng, guguran lava tersebut meluncur ke arah Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum guguran lava ini mencapai hingga 2.000 meter dari puncak kawah.

Meluncurnya guguran lava pijar tersebut terjadi seiring dengan kemunculan delapan kali gempa vulkanik dangkal. 

Yulianto menjelaskan bahwa gempa vulkanik dangkal ini menunjukkan adanya tekanan dan pergerakan magma yang sangat dekat dengan permukaan kawah.

Tekanan magma yang dangkal ini mendorong kubah lava hingga retak dan menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut secara langsung memicu runtuhnya material lava pijar dan meluncur deras ke alur-alur sungai di lereng Merapi.

Selain gempa vulkanik dangkal, Yulianto juga mencatat tingginya frekuensi gempa guguran yang mencapai 85 kali kejadian. Di saat yang sama, terekam pula 48 kali gempa hybrid atau fase banyak di tubuh gunung.

Rangkaian aktivitas kegempaan ini mengindikasikan bahwa suplai magma dari kedalaman hingga saat ini masih terus berlangsung aktif.

Untuk itu masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.

Potensi ancaman saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya sejauh maksimal 7 kilometer. 

Masyarakat di sekitar lereng Merapi juga diimbau selalu mewaspadai ancaman lahar hujan serta potensi paparan abu vulkanik.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya