Berita

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli. (Foto: Dok. ddjp)

Finansial

Omzet Pusat Perbelanjaan Merosot Imbas Ganjil Genap

Pengunjung Malas Belanja
SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 02:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penerapan kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan Jakarta mulai berdampak pada aktivitas ekonomi. Sejumlah pusat perbelanjaan yang akses utamanya melewati ruas ganjil-genap mengalami penurunan kunjungan hingga omzet.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, setelah kebijakan ganjil-genap berjalan hampir 10 tahun.

“Sejumlah mal yang akses utamanya melalui ruas ganjil-genap cukup terdampak,” kata Taufik, dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026.


Menurut dia, sejumlah pelaku usaha mengeluhkan penurunan kunjungan dan omzet. Bahkan, ada usaha yang akhirnya gulung tikar.

Karena itu, Taufik meminta evaluasi ganjil-genap secara menyeluruh. Melihat data dampaknya terhadap lalu lintas. Sekaligus dampak perekonomian.

“Sudah waktunya dievaluasi secara menyeluruh, bukan berarti harus dihapus atau dilonggarkan,” kata politisi PKS ini.

Ia menilai, masyarakat dapat beralih ke pusat perbelanjaan lain yang akses kendaraannya tidak terkena ganjil-genap. Kondisi itu bagi masyarakat yang hanya memiliki satu mobil.

Ketika nomor pelat kendaraan tidak sesuai dengan tanggal ganjil-genap, masyarakat sebaiknya memilih berbelanja atau beraktivitas di lokasi lain yang aksesnya lebih mudah.

Taufik khawatir, kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat menggeser pusat kegiatan perdagangan ke wilayah pinggiran Jakarta.

Dampaknya, kegiatan ekonomi, investasi, lapangan kerja, hingga potensi penerimaan daerah berisiko ikut berpindah keluar Jakarta.

“Jangan sampai kegiatan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan potensi PAD berpindah keluar Jakarta,” kata Taufik.

Karena itu, ia meminta evaluasi ganjil-genap tidak hanya berpatokan pada tingkat kemacetan. Pemerintah perlu mengukur volume kendaraan, kecepatan rata-rata, waktu tempuh, hingga dampaknya terhadap jalan alternatif.

“Jangan sampai satu jalan lebih lancar, tapi kemacetan hanya berpindah ke jalan lain,” kata Taufik.

Menurut Taufik, kondisi transportasi Jakarta saat ini juga sudah berbeda dibandingkan ketika kebijakan ganjil-genap pertama kali diterapkan.

Kini, Jakarta punya MRT, LRT, serta jaringan Transjakarta dan Mikrotrans yang semakin berkembang dan terintegrasi. “Ganjil-genap harus dievaluasi sesuai kondisi Jakarta sekarang,” katanya.

Ia berharap, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyampaikan kajian berbasis data sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.

Jika data menunjukkan ganjil-genap masih efektif, aturan tersebut dapat dipertahankan dengan penyempurnaan.

Namun, jika efektivitasnya menurun atau menimbulkan dampak ekonomi yang besar, pemerintah perlu mencari alternatif untuk mengendalikan arus lalu lintas Jakarta.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya