Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan pengukuran popularitas tokoh politik potensial menuju Pemilu 2029.
Hasilnya tingkat popularitas Presiden Prabowo Subianto berada pada angka 94,7 persen, sementara Wapres Gibran Rakabuming Raka 91,2 persen.
Selanjutnya Dedi Mulyadi 89,4 persen, Pramono Anung 88,3 persen, Anies Baswedan 90,01 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 87,56 persen, Zulkifli Hasan 59,74 persen.
Berikutnya Muhaimin Iskandar 84,14 persen, Puan Maharani 87,51 persen, Surya Paloh 53,94 persen, Bahlil Lahadalia 76,48 persen, dan lainnya 18,11 persen.
"Angka tersebut merupakan tingkat popularitas, sehingga tidak dapat secara langsung disamakan dengan ukuran elektabilitas atau pilihan politik dalam kontestasi pemilu," kata kata Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah, dikutip Jumat 2 Oktober 2026.
Sedangkan pada pertanyaan mengenai elektabilitas tokoh politik potensial menjadi pemimpin nasional pada 2029, hasil survei LKPI mencatat Prabowo Subianto berada pada angka 35,5 persen, Gibran Rakabuming Raka 9,2 persen.
Dedi Mulyadi 3,8 persen, Pramono Anung 10,4 persen, Anies Baswedan 8,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,6 persen.
Muhaimin Iskandar 2,6 persen, Puan Maharani 6,5 persen, Bahlil Lahadalia 3,3 persen, dan lainnya 1,69 persen.
"Tidak berikan jawaban 12,71 persen," kata Irwan.
Menurut Irwan, data ini merupakan potret preferensi responden pada saat survei dilakukan, yakni 8-20 September 2026, dan bukan prediksi hasil Pemilu 2029.
Survei LKPI dilaksanakan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 orang responden yang tersebar di 36 provinsi hampir seluruh wilayah Indonesia.
Metode pengambilan sampel menggunakan
multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan
margin of error kurang lebih 3,1 persen.
Sementara survei dilakukan melalui wawancara
face to face dan panggilan telepon yang dipandu langsung oleh pewawancara ke nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak dengan tingkat kontak melalui telepon selular sebesar 35,6 persen dan tingkat respons sebesar 33,1 persen dan wawancara
face to face sebesar 64,4 persen dengan tingkat respon 58,3 persen.