Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Elektabilitas Prabowo 35,5 Persen Versi Survei LKPI

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 23:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan pengukuran popularitas tokoh politik potensial menuju Pemilu 2029.

Hasilnya tingkat popularitas Presiden Prabowo Subianto berada pada angka 94,7 persen, sementara Wapres Gibran Rakabuming Raka 91,2 persen.

Selanjutnya Dedi Mulyadi 89,4 persen, Pramono Anung 88,3 persen, Anies Baswedan 90,01 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 87,56 persen, Zulkifli Hasan 59,74 persen.


Berikutnya Muhaimin Iskandar 84,14 persen, Puan Maharani 87,51 persen, Surya Paloh 53,94 persen, Bahlil Lahadalia 76,48 persen, dan lainnya 18,11 persen.

"Angka tersebut merupakan tingkat popularitas, sehingga tidak dapat secara langsung disamakan dengan ukuran elektabilitas atau pilihan politik dalam kontestasi pemilu," kata kata Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah, dikutip Jumat 2 Oktober 2026.

Sedangkan pada pertanyaan mengenai elektabilitas tokoh politik potensial menjadi pemimpin nasional pada 2029, hasil survei LKPI mencatat Prabowo Subianto berada pada angka 35,5 persen, Gibran Rakabuming Raka 9,2 persen.

Dedi Mulyadi 3,8 persen, Pramono Anung 10,4 persen, Anies Baswedan 8,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,6 persen.

Muhaimin Iskandar 2,6 persen, Puan Maharani 6,5 persen, Bahlil Lahadalia 3,3 persen, dan lainnya 1,69 persen.

"Tidak berikan jawaban 12,71 persen," kata Irwan.

Menurut Irwan, data ini merupakan potret preferensi responden pada saat survei dilakukan, yakni 8-20 September 2026, dan bukan prediksi hasil Pemilu 2029.

Survei LKPI dilaksanakan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 orang responden yang tersebar di 36 provinsi hampir seluruh wilayah Indonesia. 

Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Sementara survei dilakukan melalui wawancara face to face dan  panggilan telepon  yang dipandu langsung oleh pewawancara ke nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak dengan tingkat kontak melalui telepon selular  sebesar 35,6 persen dan tingkat respons sebesar 33,1 persen dan wawancara face to face sebesar 64,4 persen dengan tingkat respon 58,3 persen.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya