Berita

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Makro

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 22:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah belum menentukan skema pengalihan utang dan saham proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, meski sebelumnya ditargetkan rampung pada 15 September 2026.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, proses pengalihan kewajiban proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan dan uji tuntas atau due diligence.

Pemerintah, kata Juda, memastikan operasional Whoosh tetap berjalan sembari mencari skema penyelesaian kewajiban yang tidak menambah beban fiskal negara.


“Whoosh ini terus dikaji. Tentu saja ini kan bagaimana kita, yang penting kan jangan sampai Whoosh ini berhenti. Servisnya, pelayanan dari WUS ini terus jalan. Oleh sebab itu sekarang ini terus dilakukan pembahasan, dilakukan due diligence terhadap Whoosh,” kata Juda dalam media briefing di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Juda, due diligence diperlukan untuk memastikan berbagai aspek teknis sebelum pemerintah memutuskan skema pengalihan utang dan saham proyek tersebut.

Pemerintah akan mencari solusi agar kewajiban proyek Whoosh dapat diselesaikan tanpa memperbesar tekanan terhadap fiskal negara.

“Jadi tujuannya tetap fiskalnya nggak terbebani, dicari cara-cara untuk menyelesaikan masalah ini. Itu intinya seperti itu. Ya ini tentu masih banyak hal-hal teknis yang perlu dilakukan, dipastikan,” tambahnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pengalihan kewajiban utang Whoosh rampung pada 15 September 2026. Kewajiban tersebut rencananya dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya menjelaskan, total utang proyek KCIC diperkirakan mencapai 7,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp116 triliun. Utang tersebut telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun.

Dengan skema itu, cicilan diperkirakan berada di kisaran Rp1 triliun per tahun, meski nilainya dapat berbeda setiap tahun.

“Total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi ada yang rendah, tapi kalau kita lihat oh masih bisa lah,” ujar Purbaya pada Selasa (8/9).

Saat ini, konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menguasai 60 persen saham PT KCIC. Sementara 40 persen saham lainnya dimiliki konsorsium BUMN China.

Dalam proses pengalihan tersebut, Kementerian Keuangan berkoordinasi dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses transisi pengalihan kewajiban dan pengelolaan proyek Whoosh berjalan lancar.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya