Berita

Pelantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). (Foto: Setpres)

Politik

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 19:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pergeseran Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kapolri ke Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dinilai menunjukkan masih strategisnya peran mantan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI ’98), Willy Prakarsa, menyebut pengalaman Listyo Sigit menjadi modal penting untuk menjalankan tugas di lingkungan Istana.

"Presiden Prabowo cukup cermat dan jeli dalam intelijen menjadikan Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo sebagai KSP," kata Willy dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.


Menurut Willy, Listyo Sigit memiliki pengalaman dan karakter yang dibutuhkan untuk mengemban tugas strategis tersebut. Sigit adalah sosok berdedikasi, pekerja keras, humanis, rendah hati, dan berintegritas.

Willy bahkan mengibaratkan keberadaan Listyo Sigit dalam pemerintahan Prabowo seperti bidak benteng dalam permainan catur.

"Sehingga ibarat permainan catur, eks Kapolri Sigit adalah benteng dari pemerintahan Prabowo yang dikenal pendiam dan cakap dalam bekerja," ujarnya.

Pengalaman Sigit di bidang keamanan dan penegakan hukum juga dapat menjadi bekal menghadapi dinamika politik dan keamanan nasional.

Dia menilai, pergantian pucuk pimpinan Polri tidak semestinya hanya dilihat sebagai pergantian jabatan, tetapi juga bagian dari penataan pemerintahan.

Meski demikian, Willy mengakui perombakan kabinet dan pergantian sejumlah pejabat dapat memunculkan tafsir berbeda di kalangan lawan politik pemerintah.

Sebagai pendukung Prabowo-Gibran, JARI ’98 meminta pemerintah tidak berhenti pada penataan figur. Willy mendorong Prabowo memastikan perubahan tersebut diikuti langkah konkret, terutama dalam mengatasi persoalan ekonomi dan lapangan kerja.

"Sebagai pendukung Prabowo-Gibran, saya dkk JARI ’98 minta agar Prabowo serius lakukan penataan untuk negeri ini, minimal ciptakan lapangan kerja," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya