Berita

Mantan Ketua MK Anwar Usman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Anwar Usman Ogah Komentar Soal Gugatan Ijazah Gibran

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 17:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memilih tidak berkomentar mengenai gugatan yang berkaitan dengan ijazah Wakil Presiden sekaligus keponakannya Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Anwar usai dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Saat ditanya wartawan mengenai gugatan tersebut, Anwar menolak memberikan tanggapan karena dirinya sudah berada di luar lembaga peradilan tersebut.


"Maaf, no comment kalau itu. Biarkan aja mereka yang menyelesaikan. saya kan udh di luar. Gitu ya," kata Anwar.

Anwar mengatakan statusnya sebagai mantan hakim juga menjadi alasan dirinya tidak ingin memberikan komentar mengenai perkara tersebut. 

Menurutnya, apapun pernyataan yang diberikan dapat menjadi bentuk intervensi secara tidak langsung.

"Iya, walaupun mantan hakim ya nggak boleh saya juga... Walaupun mantan hakim nggak boleh. Itu intervensi secara tidak langsung kalau saya memberikan tanggapan," ujarnya.

Anwar juga menegaskan tidak pernah memberikan konsultasi kepada Gibran terkait persoalan tersebut. Dia mengaku jarang bertemu dengan Wakil Presiden dan menyatakan dirinya tidak ingin terlibat dalam urusan politik.

"Oh nggak ada, saya jarang ketemu. Berapa bulan ini baru ketemu tadi aja nih. Nggak ada. Dan saya sendiri nggak mau. Saya kan bukan orang politik," tegasnya.

Ketika ditanya mengenai pertemuannya dengan Gibran dan Prabowo seusai pelantikan, Anwar menyebut tidak ada pembicaraan khusus.

"Nggak ada, salaman aja," kata Anwar.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya