Berita

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk “Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis & Prabowonomics” yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kantor DPP PKB, Jakarta. (Foto: Dok PKB)

Makro

Industrialisasi Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Industrialisasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8 persen sebagaimana ditargetkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk “Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis & Prabowonomics” yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Faisol mengatakan, diskusi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi pemikiran PKB menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya ekonom Burhanuddin Abdullah, Didik J. Rachbini, Candra Wijaya, dan Poltak.


“Kami ingin di dalam menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo ini akan memberikan sumbangan pemikiran,” kata Faisol.

Menurutnya, konsep Prabowonomics dapat menjadi jalan tengah antara prinsip-prinsip ekonomi yang tercantum dalam UUD 1945 dengan kondisi perekonomian global maupun nasional.

Implementasi konsep tersebut, lanjut Faisol, diarahkan untuk mempercepat industrialisasi. Sebab, hampir tidak ada negara yang mencapai kemakmuran dan menjadi negara maju tanpa ditopang industri yang kuat.

“Karena hampir tidak ada kemakmuran, hampir tidak ada negara maju tanpa industri yang maju. Dan industri itu kuncinya dua: bahan mentah dan bahan baku harus punya kemandirian dan teknologi,” jelasnya.

Faisol menuturkan, kemandirian bahan mentah, bahan baku, dan penguasaan teknologi akan menjadi fondasi bagi penguatan industri nasional.

“Kalau dua hal ini bisa kita jamin bahwa industri di Indonesia memiliki kemandirian ini, kita akan sampai pada kesimpulan yang tadi dalam keynote speech-nya Pak Burhanuddin Abdullah sampaikan: pertumbuhan ekonomi yang bisa 8 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah saat ini juga berupaya membangun rantai pasok industri dengan negara-negara industri maju. Salah satunya melalui kunjungan Presiden Prabowo ke berbagai negara.

Menurut Faisol, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses hilirisasi Indonesia dapat terhubung langsung dengan rantai pasok industri global.

“Presiden keliling ke berbagai belahan dunia, ke negara-negara industri maju, bukan apa-apa, hanya ingin membangun rantai pasok industri yang langsung dengan negara-negara industri maju ini dan menjaminnya bahwa hilirisasi yang kita lakukan menjadi bagian dari itu semua,” katanya.

Faisol juga menyoroti pentingnya bursa komoditas strategis untuk menjamin ketersediaan bahan mentah bagi kebutuhan industri dalam negeri.

Ia mencontohkan komoditas batu bara yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai komoditas energi. Padahal, batu bara juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku melalui proses gasifikasi.

“Bukan hanya tidak menentukan harganya, tetapi kita membutuhkan batubara sebagai bahan baku untuk gasifikasi,” kata Faisol.

Menurutnya, kebutuhan gas untuk industri tidak sebatas sebagai sumber energi dan bahan bakar, tetapi juga sebagai bahan baku produksi.

“Karena kita membutuhkan gas yang banyak sekali untuk industri, bukan hanya gas sebagai energi dan bahan bakar, tetapi gas juga sebagai bahan baku,” ujarnya.

Faisol mencontohkan produk poliester yang digunakan dalam industri tekstil. Bahan tersebut, kata dia, berasal dari gas dan minyak bumi sehingga keberlanjutan pasokan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan industri nasional.

“Oleh karena itu, bahan baku yang seperti ini yang kita ingin jamin,” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya