Berita

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Finansial

Konsistensi Kebijakan Kunci Agar Rupiah Tak Terus Melemah

JUMAT, 02 OKTOBER 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir disorot Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar dinamika pasar jangka pendek, tetapi menjadi sinyal penting untuk memperkuat fundamental ekonomi, menjaga konsistensi kebijakan, serta meningkatkan kepercayaan investor.

“Pelemahan rupiah tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan intervensi pasar. Ini menjadi momentum untuk memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan kredibilitas kebijakan, dan menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Handi, Jumat, 2 Oktober 2026.


Menurut Handi, tekanan terhadap rupiah merupakan hasil interaksi antara faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026, Bank Indonesia mencatat prospek ekonomi global masih lemah dengan pertumbuhan yang tertahan di kisaran 3,0 persen dan tekanan inflasi berada di level 4,6 persen. 

Di sisi lain, suku bunga kebijakan Amerika Serikat berada pada kisaran 3,75–4,00 persen yang turut meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS.

Handi memahami Bank Indonesia menghadapi dilema kebijakan yang tidak sederhana, yakni menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta memastikan ketersediaan likuiditas bagi sektor riil.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22–23 September 2026 yang mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

PKS mendorong Bank Indonesia untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter melalui intervensi pasar valuta asing yang terukur, pemanfaatan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), penguatan instrumen lindung nilai atau hedging, serta pengelolaan likuiditas rupiah secara pruden.

“Efektivitas bauran kebijakan tersebut harus ditopang komunikasi yang transparan, konsisten, dan kredibel. Pelaku pasar perlu mendapatkan kejelasan mengenai arah kebijakan dan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas,” kata Handi.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia dalam menjalankan mandatnya. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan BI perlu diperkuat, tetapi tetap harus menjaga batas tanggung jawab serta kredibilitas kelembagaan masing-masing.

“Stabilisasi rupiah juga harus memperhatikan dampaknya terhadap transmisi suku bunga kredit, biaya modal dunia usaha, investasi, serta kemampuan sektor produktif dalam menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya